Kabupaten Barito Kuala
Dinilai Minim Sosialisasi, Penutupan ‘Jalur Tikus’ Perbatasan Batola Diprotes Warga
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Ditutup total selama 24 jam, jalur tikus perbatasan Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) tuai kritik warga. Pasalnya pemortalan jalan alternatif warga yang melintasi jalur Hari Pangan Sedunia (HPS) ini dinilai terburu-buru atau minim sosialisasi.
Pantauan Kanalkalimantan.com di lapangan, dalam sehari tidak kurang puluhan pengendara harus memutar balik. Ini lantaran tidak mengetahui adanya penutup portal yang dijaga 24 jam tersebut. Padahal jika memutar balik, pengendara harus melalui jalur Kecamatan Mandastana dengan selisih waktu 30-40 menit untuk bisa menuju ke Desa Simpang Lima atau wilayah lain di Kabupaten Banjar maupun Kota Banjarbaru.
“Jujur saja kami tidak mengetahui penutupan portal ini, kalau begini terpaksa saya harus memutar balik, jaraknya lumayan jauh juga,” ujar Andi, warga Kabupaten Banjar.

Lain lagi Syamsuni, yang juga warga Kabupaten Banjar. Ia mengatakan sudah 2 hari dirinya berada di Kabupaten Batola untuk bercocok tanam di lahannya dengan mengendarai mobil pikap. Tapi dia juga terpaksa harus balik kanan karena tidak mengetahui adanya pemortalan yang dilakukan oleh Pemkab Batola.
“Saya tadinya dari Marabahan, saya cuman ada duit Rp 20.000 untuk beli bensin menuju Kabupaten Banjar, kalo harus memutar lewat jalur Handil Bakti uangnya tidak cukup untuk beli bensin, ” ujarnya sembari menikmati hidangan berbuka puasa yang disediakan warga lantaran iba kepadanya, di rumah warga di Kecamatan Jejangkit.
Sebelumnya hindari lalu lalang pengendara di jalur tikus, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Barito Kuala (Batola), kawasan perbatasan Kabupaten Banjar-Batola ditutup total selama 24 jam.
Penutupan total selama 24 jam jalur tikus berada di Kecamatan Jejangkit menuju Desa Simpang Lima, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dilakukan sejak Rabu (20/5/2020). Diketahui jalan ini sendiri sebelumnya merupakan jalur alternatif singkat bagi warga yang melintas baik itu dari Banua Lima menuju Kota Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
“Pemortalan ini sendiri merupakan bentuk dari pelaksanaan PSBB yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Batola, sehingga beberapa titik masuk jalur alternatif yang bukan merupakan jalur utama menuju kota Marabahan ditutup total selama 24 jam,” ujar Camat Jejangkit Mujib.
Ditambahkan Mujib, paska portal dipasang, pihaknya menjamin tidak ada satupun warga atau siapapun yang dapat melintas, walau dalam kondisi urgen sekalipun. Mengingat hal itu berdasarkan instruksi langsung Bupati Batola Noormiliyani.
Selain dijaga oleh petugas keamanan, penutupan total jalur alternatif ini akan terus berlangsung selama masa PSBB berlangsung 14 hari kedepan. Sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat lebih pokus untuk menjaga pos cek point inti memeriksa pengendara yang ingin masuk pusat kota Marabahan. (kanalkalimantan.com/rdy)
Editor : Cell
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluTanggul Halangi Air Keluar di Komplek PWI, Ketua DPRD Banjarmasin Minta Dibongkar
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjir di Gang Serumpun Sungai Lulut Masih Selutut
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjir Rob Murung Selong Banjarmasin 407 Jiwa Terdampak
-
HEADLINE2 hari yang laluNilai TKA Jadi Syarat Wajib untuk Siswa Eligible SNBP 2026
-
NASIONAL2 hari yang laluTiba di Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
HEADLINE2 hari yang laluPeluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banjarbaru, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti



