INTERNASIONAL
Bill Gates Kritik Uji Covid-19 di AS sebagai Tes Sampah!
KANALKALIMANTAN.COM – Pendiri Microsoft, Bill Gates mengibaratkan kinerja mayoritas pengujian tes virus corona Covid-19 di Amerika Serikat sebagai sampah. Ia kecewa terhadap kinerja pengujian tes karena hasil tes memakan waktu lama.
Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 berjumlah 5 juta orang. Dari jumlah kasus itu, 160 ribu orang meninggal, hampir seperempat dari total kematian akibat Covid-19 di dunia. Demikian dilansir CNNIndonesia.com.
“Ya itu (kecepatan pengujian) hanya kebodohan. Mayoritas dari semua tes AS sepenuhnya sampah, terbuang percuma,” kata Bill Gates kepada Wired.
Mengenai efisiensi, dan keterlambatan hasil tes Covid 19, Gates mengatakan laboratorium menghasilkan ‘uang konyol’ dengan jaminan penggantian meskipun hasil tertunda. Hal ini membuat ia mengatakan ‘mayoritas’ dari semua tes AS benar-benar sampah dan terbuang percuma.
“Anda harus meminta sistem penggantian membayar sedikit ekstra selama 24 jam, membayar biaya normal selama 48 jam, dan tidak membayar apa pun apabila tak kunjung selesai,” kata Gates.
Gates menyatakan optimis dengan kandidat vaksin Covid-19 yang saat ini tengah menjalankan uji klinis fase ketiga. Melalui Bill and Melinda Gates Foundation, Gates telah memberikan dukungan finansial kepada beberapa kandidat vaksin terkemuka, termasuk yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dengan Universitas Oxford.
Namun, Gates menegaskan bahwa vaksin yang lebih efektif membutuhkan waktu pengembangan yang lebih lama. Gates berharap pengobatan yang efektif untuk virus Covid-19 juga akan dikembangkan untuk menyelamatkan banyak nyawa, beriringan dengan kehadiran vaksin.
Dilansir dari Indian Express, Bill and Melinda Gates Foundation juga memutuskan untuk menyediakan dana US$150 juta untuk membantu Serum Institute of India (SII) dengan cepat memproduksi vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford-AstraZeneca dan Novavax.
Sebagai bagian dari perjanjian baru ini, SII akan bertanggung jawab untuk mengirimkan hingga 100 juta dosis vaksin dengan harga Rp45 ribu per dosis untuk India dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.(Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)
Editor: Cell
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
HEADLINE23 jam yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan


