Connect with us

DPRD Kapuas

Anggota DPRD Kapuas Berharap Persoalan SMAN 2 Diselesaikan

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, M Yusuf. Foto: ags

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, M Yusuf menyayangkan polemik yang terjadi di SMAN 2 Kuala Kapuas. Sebagai alumni sekolah tersebut pada periode 2000-2003, dia mengaku prihatin karena sekolah yang selama ini dikenal melahirkan banyak lulusan berprestasi kini menjadi perhatian publik akibat persoalan penerimaan peserta didik baru.

Wakil rakyat dari Partai Nasdem ini menegaskan, setiap persoalan di dunia pendidikan harus diselesaikan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, semua pihak, baik sekolah, pemerintah daerah, maupun instansi terkait, perlu mengedepankan komunikasi dan dialog agar solusi yang dihasilkan tidak merugikan peserta didik maupun orangtua.

“Yang terpenting saat ini adalah mencari penyelesaian terbaik dengan mengutamakan kepentingan siswa. Dunia pendidikan harus tetap menjadi ruang yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Baca juga : Sekda Beri Pembekalan kepada Calon Paskibraka Kabupaten Banjar

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nama baik SMAN 2 Kuala Kapuas sebagai salah satu sekolah yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Sebagai alumni, M Yusuf berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung normal dan kondusif.

Sistem Online Tutup Muncul 24 Siswa Jalur Offline

Persoalan penerimaan siswa baru di SMAN 2 Kaula Kapuas mencuat karena adanya 24 calon siswa yang diterima melalui proses offline, sementara Plt Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas mengaku tidak mengetahui adanya penerimaan tersebut sejak awal.

Baca juga : Panen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca

Persoalan menjadi semakin pelik, karena siswa yang status penerimaannya dipersoalkan itu telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), bahkan sudah mengikuti kegiatan belajar.

Belakangan, mereka justru menghadapi ketidakjelasan status sebagai peserta didik SMAN 2 Kuala Kapuas.

Kemunculan 24 siswa yang diterima secara offline setelah proses penerimaan online berakhir. Lantaran proses penerimaan resmi melalui sistem online telah ditutup dan kuota sekolah telah terpenuhi, belakangan terdapat puluhan siswa yang kemudian masuk melalui sistem offline. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter: ags
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca