Kesehatan
Merasa Timbul Gejala Usai Membaca Berita Virus Corona? Jangan Panik Dulu
KANALKALIMANTAN.COM – Membaca berita soal virus corona Covid-19 setiap hari mungkin membuat banyak dari merasa memiliki gejala serupa. Tiba-tiba badan meriang, tenggorokan kering maupun sesak napas.
Namun jangan langsung melompat ke kesimpulan bahwa Anda menderita virus corona baru. Sebab, mungkin saja gejala itu timbul disebabkan keemasan,
Dilansir dari Metro, kecemasan di tengah pandemi corona Covid-19 memang bisa terjadi. Namun kecemasan berlebih bisa menyebabkan siklus panik yang berbahaya.
Ketika khawatir tentang virus corona, tubuh dapat menciptakan apa yang terasa seperti gejala. Hal ini kemudian dapat membuat seseorang berpikir benar-benar terjangkit virus corona yang pada akhirnya akan mengarah pada lebih banyak kecemasan dan gejala yang memburuk.
Dr. Martina Paglia dari The International Psychology Clinic mengatakan kepada Metro, bahwa sangat mungkin banyak orang mengembangkan gejala yang mirip dengan virus corona, hanya karena kecemasan.
“Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita lebih dari dua kali lebih mungkin menderita serangan kecemasan daripada pria,” kata Dr. Paglia.
“Serangan panik dapat dengan mudah disalahartikan sebagai permulaan virus corona, terutama dalam kasus di mana sudah ada masalah pernapasan yang mendasarinya,” tambahnya.
Ia pun menjelaskan jika seseorang menderita serangan panik dan tiba-tiba mengalami nyeri dada atau kesulitan bernapas tanpa sebelumnya disertai batuk atau demam, kecil kemungkinan ia terinfeksi virus corona.
Pikiran tidak dapat membedakan antara bahaya nyata dan yang dirasakan. Ketika kita merasa terancam dan rentan, adrenalin mengalir ke seluruh tubuh, menyebabkan peningkatan kecemasan dan sering memicu nyeri dada, sesak napas dan merasa terlalu panas.
Jika Anda memiliki riwayat kecemasan dan serangan panik, ingatkan diri bahwa kemungkinan besar gejala tersebut bersifat psikosomatis, bukan karena terserang virus.
Ketika Anda merasa kewalahan dan gejala fisik muncul, berhentilah sejenak dan cobalah beberapa teknik pernapasan. Jika gejala Anda mereda setelah tubuh lebih rileks, dapat diyakini bahwa itu disebabkan oleh panik, bukan virus corona. (suara.com)
Editor : KK
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Melantik 13 Pejabat, Bakal Ada Lagi Mutasi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPolres HSU Bersama Mahasiswa Bagi-bagikan Masker
-
HEADLINE3 hari yang laluLima Sekoci Kapal Virgo Transport 8 Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN ULTG Batulicin Turun Langsung Menjaga Aset Transmisi dari Karhutla
-
Bisnis2 hari yang laluNikmati Jus Boost dengan BRI Kartu Kredit Lebih Hemat 25%
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluKekeringan Puncak Kemarau Panjang, Pemko Banjarbaru Kirim Air Bersih ke Sungai Tiung


