Bisnis
BI Himbau Masyarakat dan Pelaku Usaha Jangan Timbun Dollar
BANJARMASIN, Kepala Pewakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Kalsel Herawanto berharap, adanya upaya yang lebih konkrit dari masyarakat maupun pelaku usaha di Banua dalam mendukung Pemerintah untuk memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dollar.
Hal tersebut diungkapkannya disela kegiatan Knowledge Sharing yang diselenggarakan oleh BI Perwakilan Wilayah Kalsel bersama Insan Pers, Rabu (12/9) di Aula Lantai 3 Kantor BI Banjarmasin. “Salah satunya adalah dengan menukarkan sebagian simpanan Dollar masyarakat maupun pelaku usaha ke Rupiah. Jika ini bisa dilakukan tentunya akan sangat membantu tambahan devisa negara untuk memperkuat nilai mata uang rupiah,” tegasnya.
Lalu langkah kedua yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi barang impor dan menggantinya dengan barang subtitusi lainnya yang bukan merupakan barang impor.
“Contohnya pelaku usaha kue yang sebelumnya menggunakan tepung terigu, mungkin bisa menggantinya dengan tepung beras atau tepung dari ubi-ubian. Dengan demikian kita bisa mengurangi ketergantungan dari barang impor yang ujungnya bisa membantu memperkuat nilai mata uang rupiah,” tambahnya.
BI sendiri untuk memperkuat kembali nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar sudah melakukan berbagai langkah strategis, baik itu dengan kebijakan menaikkan suku bunga, melakukan intervensi di pasar valas dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari Pasar Sekunder, menyediakan instrumen Swap Valas dan Swap Hedging dengan syarat dan harga yang lebih mudah dan murah, melakukan relaksasi makroprudensial dan akselerasi pendalaman pasar keuangan hingga memperkuat sinergi dan kordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Keuangan terkait.
“Walau sudah melakukan berbagai langkah tadi, kami tentunya tetap berharap adanya dukungan serta dari pelaku usaha dan masyarakat. Karena jika dilakukan bersama kami optimis mata uang Rupiah bisa kembali menguat terhadap Dollar,” jelasnya.
Terkait adanya isu kembalinya terulang krisis ekonomi di Indonesia seperti Tahun 1997 lalu di Indonesia pada Tahun 2018 ini akibat terus melemahnya nilai Mata Uang Rupiah terhadap Dollar, BI Perwakilan Wilayah Kalsel mengatakan hal tersebut hanya isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami malah meyakini bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan. Beberapa indikator perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan tersebut, seperti pertumbuhan ekonomi yang tumbuh cukup baik, dan inflasi yang rendah serta terjaga. Namun demikian, kami juga senantiasa mewaspadai berbagai risiko yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian global sebagaimana yang terjadi pada Turki dan Argentina beberapa waktu lalu,” pungkasnya.(arief)
Ediotr : Chell
-
HEADLINE3 hari yang laluJalan Baru di Banjarbaru, Konektivitas Wilayah Membuka Aktivitas Ekonomi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPerbaikan Jalan Veteran yang Amblas, Kendaraan di Bawah 6 Ton Diperbolehkan Lewat
-
Kota Banjarbaru18 jam yang laluLapuk Atap Bocor, Renovasi TPA Darul Falah Dibantu Wali Kota Banjarbaru
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluAmanah Medical Centre dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Keselamatan Kerja
-
Bisnis2 hari yang laluPamor Borneo 2026 Tawarkan 15 Proyek Investasi Strategis di Kalimantan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Matangkan Aturan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan


