HEADLINE
Karhutla Kalteng Meluas, Satgas Darat Jadi Tumpuan Penanganan
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini bergantung pada ketangguhan satuan tugas (Satgas) darat.
Hal ini mengingat keterbatasan jarak pandang (visibility) yang sempat menyulitkan operasional tim udara.
“Untuk Karhutla di Kalteng, per hari ini area yang sedang dipadamkan terdata seluas 71,2 hektare. Karakteristik lahan gambut ini unik, titik api yang sudah padam bisa hidup kembali atau muncul titik baru. Namun, pergerakan Satgas darat sangat solid,” ujar Kepala BNBP Letjen Suharyanto saat meninjau langsung Posko Karhutla di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (11/9/2026) sore.
Baca juga: Maksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
Dia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ribuan personel gabungan di lapangan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga para relawan di bawah komando gubernur Kalteng, pangdam XXII/Tambun Bungai, dan Kapolda Kalteng.
Kepala BNPB juga mengungkapkan, efektivitas pemadaman darat terbukti sangat tinggi. Dua hari lalu, dari sekitar 200 hektare lahan yang terbakar, Satgas darat mampu memadamkan 140 hektare hanya dalam kurun waktu satu hari.
“Ketika visibility memburuk di Palangka Raya, helikopter udara tidak bisa terbang. Pasukan darat inilah yang menjadi tumpuan utama penanganan,” tegasnya.
Baca juga: Humanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa
BNPB berencana mereposisi unit helikopter water bombing ke titik krusial seperti Sampit, Kotawaringin Timur. Selain itu, armada tambahan jenis Kamov dijadwalkan memperkuat Kalteng mulai 15 September mendatang.
Suharyanto memastikan seluruh perkembangan Karhutla di daerah termonitor secara real time oleh presiden. Evaluasi harian terus dilakukan agar setiap kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi.
“Bapak Presiden melakukan pengecekan setiap hari. Beliau tahu persis angka harian yang sedang dipadamkan. Secara nasional, jika dibandingkan El Nino 2023, luas area terbakar tahun ini jauh lebih kecil. Namun, arahan Presiden tegas: jika bisa segera dituntaskan, harus tuntas,” jelasnya. (Beritasatu/kk)
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluMTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan Digelar di Kecamatan Juai
-
Olahraga23 jam yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluWagub Hasnur Tinjau Karhutla Turun Ikut Lakukan Pemadaman


