Kabupaten Kapuas
Pemdes Tumbang Mangkutup Gelar Rapat Evaluasi Para Pihak
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Desa (Pemdes) Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan oleh para pihak, dalam hal ini Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Mawas, dan Research di wilayah desa setempat, Senin (1/12/2025).
Rapat bertujuan untuk mengevaluasi dampak kegiatan konservasi BOSF Mawas terhadap masyarakat dan lingkungan desa.
Membangun kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat adat, dan BOSF dalam pelestarian habitat orangutan dan pembangunan desa berkelanjutan.
Kemudian, membahas potensi masalah atau tantangan, seperti perambahan lahan konservasi oleh masyarakat, dan mencari solusi bersama.
Baca juga: Pemkab Kapuas Susun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Merencanakan kegiatan di masa depan yang selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan kebutuhan lokal.
BOSF Mawas sendiri adalah organisasi non-profit yang berfokus pada konservasi orangutan dan pelestarian habitat hutan hujan tropis, terutama di Kalimantan Tengah dan Timur, melalui program rehabilitasi dan reintroduksi.
Kegiatan mereka di tingkat desa sering kali melibatkan pengembangan masyarakat (community development) dan pendidikan lingkungan.
Dalam rapat tersebut, melibatkan berbagai pihak terkait di desa, untuk memastikan sinergi dalam mencapai tujuan pembangunan desa.
Baca juga: Wakil Rakyat Banjarbaru Dorong Kampung Ekowisata Kampung Sultan
Tujuan rapat evaluasi

Mengevaluasi kinerja menilai efektivitas dan keberhasilan program atau kegiatan yang telah dilaksanakan selama periode tertentu, seperti bulanan atau tahunan. Kemudian juga, mengidentifikasi masalah atau hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan, serta merumuskan strategi perbaikan dan langkah-langkah untuk mengatasi kendala yang ditemukan dengan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar perangkat desa dan pihak lainnya untuk mencapai target yang lebih baik.
Selanjutnya, membahas dan mempersiapkan kegiatan desa yang akan datang.
Manager Site Yayasan BOSF MAWAS Kapuas dan Pulang Pisau, Licen mengatakan, dari program konservasi mawas yayasan BOSF untuk melaksanakan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan, dan kedepan bagaimana terhadap desa yang menjadi sasaran berkegiatan program konservasi Mawas ini,” katanya.
Baca juga: Komitmen Deteksi Dini Narkoba, Pejabat Pemkab Kapuas Tes Urine
“Mudah-mudahan Yayasan BOSF yang berkegiatan di desa tumbang mangkutup selalu bisa bersinergi dan selaras dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat setempat,” ujar Licen.
Sementara itu, Station Research Orangutan Tuanan, Suci Utami Atmoko mengatakan station Research dusun tuanan berada di desa tumbang mangkutup, kegiatan hari ini sangat mencerahkan, terutama kaitan dengan komunikasi memang penting dilakukan antara yang melakukan Research maupun warga di desa tumbang mangkutup.
“Kita juga akan melakukan pembuatan demplot di desa setempat untuk edukasi masyarakat,” ujarnya.
“Harapan kami dengan kegiatan ini bisa dilakukan tidak hanya setahun sekali, mungkin akan lebih, supaya bisa mejelaskan kondisi dan kerjasama,” tukasnya.
Baca juga: Ketua DPD Lasqi Kapuas Apresiasi Dukungan Pemerintah Daerah
Sementara itu, Kades Tumbang Mangkutup, Suriato menyampaikan, pemdes Tumbang Mangkutup mengundang pihak Station Research Tuanan dan Yayasan BOSF Mawas untuk mengevaluasi program-program kegiatan di akhir tahun 2025 apa saja yang sudah dilakukan di desa setempat. Kemudian, presentasi yang diminta untuk menjadi bahan meningkatkan pola-pola yang sudah terbangun,” katanya.
Kades Suriato meminta kepada para pihak untuk memenuhi administrasi dan menyesuaikan manajemen, kami juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah memilih desa tumbang mangkutup sebagai wilayah kerja Yayasan BOSF Mawas dan Station Research Tuanan,” ucap Kades Suriato. (Kanalkalimantan.com/ags)
Reporter: ags
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluSudah Sah! Daftar Lengkap UMP dan UMK Kalimantan 2026 di Semua Provinsi, Ada yang Tembus Rp3,7 Juta
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluMalam Pergantian Tahun, Ini Imbauan Pemko Banjarmasin
-
HEADLINE3 hari yang laluRilis Akhir Tahun Polda Kalsel: 5.538 Kasus Kejahatan, Pecat 25 Anggota Polisi, 13 Kasus Bunuh Diri
-
HEADLINE2 hari yang lalu66 Kasus Laka Lantas di Banjarmasin 2025, 20 Orang Meninggal Dunia
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluKapolres Banjarbaru: Tak Ada Izin Pesta Kembang Api
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBupati Banjar Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir



