HEADLINE
Tiga Korban WNI Kecelakaan Helikopter PK-RGH Teridentifikasi, Dua Lainnya Gunakan DNA
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tim Disease Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan Helikopter BK117-D3 PK-RGH..
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko, jenazah korban tersebut semuanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
“Hari ini kita sudah berhasil mengidentifikasi lagi tiga korban yang semuanya berasal dari Indonesia,” ujar Kombes Yandiko dalam konferensi pers, Minggu (7/9/2025) malam.
Baca juga: KBU BKPRMI Martapura Kota Menggelar Peringatan Maulid Nabi
Pertama, korban berinisial IIR (43) dengan jenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. “Dinyatakan cocok dengan data AM nomor 008 dan teridentifikasi melalui catatan medis gigi dengan teknik support impulse,” kata Kombes Yandiko.
Kedua, korban berinisial HD (37) dengan jenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. “Dinyatakan cocok dengan data AM nomor 002 dan teridentifikasi melalui catatan medis gigi dengan teknik support impulse,” ungkap Kombes Yandiko.
Ketiga, korban berinisal YFR (57) dengan jenis kelamin laki-laki asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. “Dinyatakan cocok dengan data AM nomor 004 dan teridentifikasi melalui catatan medis gigi dengan teknik super impulse gigi dan properti,” jelas Kombes Yandiko.
Hingga kini, Tim DVI Polda Kalsel telah mengidentifikasi 6 dari 8 korban kecelakaan helikopter. Diketahui, 2 korban tersisa akan diidentifikasi menggunakan DNA.
Baca juga: Tiga Korban WNA Kecelakaan Helikopter PK-RGH Teridentifikasi
“Untuk dua jenazah yang belum teridentifikasi, karena dari data ante-mortem sudah cukup lengkap namun data pada saat kita melakukan pemeriksaan post-mortem ini mengalami banyak keterbatasan dikarenakan kondisi jenazah. Sehingga kita akan mengambil langkah terakhir yaitu dengan penelusuran DNA,” papar Kombes Yandiko.
Kemudian Kombes Yandiko menambahkan, setiap orang memiliki DNA yang berbeda-beda. Dalam pemeriksaan DNA, dibutuhkan pembanding misalnya DNA anak harus dibandingkan dengan DNA orangtuanya. Sama halnya DNA suami yang bisa dibandingkan dengan DNA anak atau istrinya.
“Untuk sampel DNA sudah diambil oleh Tim DNA kita dari Mabes Polri,” tutur Komandan DVI Polda Kalsel.
Terkait perkiraan waktu pemeriksaan DNA, pihaknya belum bisa memastikan lantaran pengujian otentik ini memerlukan waktu yang bervariasi tergantung dari kualitas sampel DNA yang tersedia.
Baca juga: Penyelidikan Kecelakaan Helikopter PK-RGH Libatkan Negara Asing
“Mungkin memakan waktu sekitar dua minggu, mohon doanya semoga Tim DVI Polda Kalsel segera mengidentifikasi dua korban lainnya,” tutup Kombes Yandiko. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
HEADLINE1 hari yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan


