Kabupaten Balangan
Libur Lebaran, Wisata Sungai Maranting Ramai jadi Tujuan Wisata
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN– Memasuki libur H+1 hari raya Idul Fitri, objek wisata alam Sungai Maranting di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, ramai dikunjungi warga.
Wisata alam yang berjarak 51 menit atau kurang lebih 31 kilometer dari pusat kota Paringin ini menjadi tujuan warga untuk kumpul-kumpul, makan, mandi, berfoto atau hanya untuk bersantai.
Salah seorang pengunjung yang berasal dari desa sirap kecamatan juai, reza mengaku bertolak bersama teman-temannya untuk liburan dan mandi diwisata ini.
“Masih ada beberapa kekurangan, semoga ke depan pemerintah daerah maupun setempat lebih memperhatikan” ujarnya mengeluhkan fasilitas dan pengelolaan wisata, Selasa (3/5/2022).


Baca juga : Depresi, Perempuan di Loktabat Akhiri Hidup Secara Sadis!
Selain menyewakan ban untuk mandi, warga desa gunung batu juga mengambil kesempatan untuk berjualan dan menyewakan alat berupa tenda dan alat masak bakar-bakaran atau BBQ.
Warga Desa Tebing Tinggi, Edy mengaku senang dengan adanya kunjungan masyarakat yang menjadi peluang warga desa untuk berjualan.
“Ramai, bisa jadi pendapatan warga untuk berjualan, sewa alat ban, BBQ, sewa tenda sampai parkir” ujarnya.
Diketahui, untuk saat ini belum ada pengelolaan khusus seperti karcis untuk memasuki wisata ini, selain bentuk pengamanan warga berupa parkir.(Kanalkalimantan.com/alfi)
Reporter : alfi
Editor : cell
-
Kalimantan Selatan24 jam yang laluCuaca Kalsel Diprakirakan Masih Cerah, Suhu Udara Capai 36 Derajat Celcius
-
HEADLINE2 hari yang lalu22 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Tak Tercatat Manifes
-
HEADLINE1 hari yang laluSanksi Karhutla, Lima Izin Konsesi Perusahaan di Kalteng-Kalsel-Kalbar Dicabut
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Luncurkan QRIS Digitalisasi Pembayaran Retribusi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDinsos P3AP2KB Banjar Bantu Warga Pemilik Rumah Tak Layak Huni di Gudang Hirang
-
HEADLINE1 hari yang laluPenyelam Basarnas Berupaya Masuk Kapal Virgo, Kompartemen Bawah Paling Sulit dan Berbahaya


