Kota Banjarbaru
Sering Tak Laku, Abah Upik Tetap Setia Menggantung Harapan Berjualan Layang-Layang
KANALKALIMANTAN, BANJARBARU– Di masa pandemi Covid-19, persoalan ekonomi bisa menjadi pertaruhan hidup dan mati. Terutama dampak yang dirasakan masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari jualan seadanya.
Seperti dialami Abah Upik (52), penjual layang-layang yang mangkal di pinggir Jalan A Yani Km 26, depan bandara lama, Selasa (1/6/2021). Siang tadi, saat ditemui Kanalkalimantan.com, pria paruh baya ini tampak merenung menunggu orang membeli dagangannya.
“Kalau lagi musim layangan, hasilnya lumayan. Tetapi kalau musim hujan, sering kali tidak laku. Itu suka dukanya berjualan seperti ini,” katanya.
Meski demikian, pria asal Jawa yang sudah merantau di Kalimantan sekitar 20 tahun ini enggan menyerah dengan nasib begitu saja. Meski kadang laku, kadang juga tidak, Abah Upik yang tinggal di belakang Makam Syuhada Haji Jalan A. Yani Km 24 Landasan Ulin, ini masih tetap setia menggelar dagangannya di dekat bekas rumah makan mie ayam Subur Group itu.

Abah Upik mengatakan, tidak ada pekerjaan lain selain menjual layangan bermotif karakter tokoh superhero dan karton tersebut.
Ya, di tengah demam gadget sekarang ini, kesetiaan Abah Upik menjual layangan memang terasa pahit. Karena sejak kecil, anak zaman sekarang telah terbiasa bermain game online.
Tapi di sinilah perjuangan Abah Upik untuk menghidupi keluarga. Ia mesti bersaing dengan era digital dimana dia menjual mainan tradisional yang mungkin sekarang jarang ditemui karena tergantikan android atau gadget.
Satu layangan dijual oleh Abah Upik dengan harga bervariasi. Tergantung ukuran, biasanya beliau menjual dengan harga Rp 50.000 untuk ukuran kecil, untuk ukuran tanggung Rp 80.000 dan ukuran besar dibandrol dengan harga Rp 100.000.
Abah Upik berjualan dari pukul 10.00- 15.00 Wita.
“Kalau sedang musim, biasanya mampu menjual sekitar 5 sampai 6 buah layangan. Tapi kalau tidak musim sering tidak ada pemasukan sama sekali,” ungkapnya.
Musim layang-layang biasanya dimulai dari bulan Juni sampai Agustus dikarenakan cuacanya bagus. (Kanalkalimantan/shintia)
Editor : Cell
-
HEADLINE2 hari yang laluNapi Kakap di Lapas Cibinong Ada Sambo hingga Harvey Moeis
-
HEADLINE1 hari yang laluUdara Palangka Raya Disebut Normal, Warga: Coba Berkantor Sebulan di Sini
-
HEADLINE3 hari yang laluTemuan Sidak Ombudsman: Hunian Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluISPA di Kapuas Capai 2.465 Kasus, Kecamatan Selat Tertinggi
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPosko Induk Karhutla Kapuas Kedatangan Gubernur Kalteng
-
Kota Palangkaraya3 hari yang laluPembunuh IRT di Palangka Raya Ternyata Suami Sendiri


